Samakan Polri dengan Anak Yatim Piatu, Kapolres Manggarai Disebut Konyol

3
1037
Seorang wartawan berorasi dalam aksi hari ini, Sabtu (27/12/2014) di Ruteng
Seorang wartawan berorasi dalam aksi hari ini, Sabtu (27/12/2014) di Ruteng
Seorang wartawan berorasi dalam aksi hari ini, Sabtu (27/12/2014) di Ruteng

Ruteng, Floresa.co – Pernyataan AKBP M Ischaq Said, Kapolres Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyamakan  Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan anak yatim piatu dinilai tidak masuk akal.

Para wartawan yang tergabung dalam wadah Aliansi Wartawan Manggarai (Awam) menyatakan, pernyataan Kapolres Ischaq sangatlah konyol.

Mereka menilai, apa yang dikatakan Kapolres itu hanya untuk menutupi perilaku korup di tubuh Polres Manggarai.

Pernyataan Kapolres Ischaq disampaikan saat diwawancarai wartawan Selasa awal pekan ini terkait dugaan gratifikasi mobil Pajero Sport senilai Rp 400 juta oleh Pemkab Manggarai Timur (Matim) kepada Polres Manggarai, berhubung mobil itu diberikan saat Polres sedang menangani kasus dugaan korupsi Rp 21 Miliar dana APBD 2012 Matim.

Di depan awak media, Kapolres menyebutkan, pemberian mobil tersebut sah secara aturan. Bahkan, ia mencontohkan institusi besar Polri seperti anak yatim piatu yang berhak mendapatkan hibah dari dana APBD.

Kapolres  juga mengatakan, wartawan seharusnya menanyakan pemberian mobil itu di Pemkab Matim, bukan di Polres Manggarai sebagai penerima.

“Logikanya gini, kalau bapak beri uang ke anak yatim, pasti yang ditanya bukan kepada anak yatim, melainkan kepada si pemberi,” ujar Ischaq seperti dikutip dalam pernyataan sikap Awam yang berunjuk rasa di Ruteng, hari ini, Sabtu (29/12/14).

Saat wawancara, Kapolres Ischaq yang baru dua bulan menjabat sebagai pimpinan Polres Manggarai itu juga menunjukan arogansinya dengan menuding wartawan telah disuap dan dibayar. Ischaq bahkan mendikte wartawan dan menyebut pemberitaan mobil Pajero itu  merupakan berita titipan dan kacangan.

Selain itu, ia juga membuka resleting celana di depan wartawan sambil menirukan bagaimana pola dia menangani barang bukti Miras saat masih bertugas di Sumba dengan mengencingi cerigen-cerigen Miras agar tidak diminum anak buahnya.

Merespon pernyataan Ischaq yang meminta media menanyakan masalah pemberian mobil ini ke Pemda Matim, para wartawan menjelaskan di depan publik kota Ruteng, mereka telah mengkonfirmasi pihak Pemkab Manggarai Timur terkait pemberian mobil mewah itu.

“Berdasarkan hasil wawancara kami bahwa pemberian mobil itu atas proposal Polres Manggarai. Makanya kami datang Selasa lalu untuk menanyakan kepada Kapolres, apakah benar ada proposal itu. Kalau uang itu dialokasikan ke pembangunan lain seperti irigasi, jalan, dan lain-lain pasti akan lebih bermanfaat ketimbang diberikan untuk polisi,” kata Jo Kenaru, Ketua Awam saat berorasi.

Sementara terkait tingkah Kapolres yang membuka resleting, mereka menyebut hal itu kekanak-kanakan.

“Itu perilaku yang tidak pantas ditunjukan seorang dewasa, apalagi seorang Kapolres. Memalukan,” ujar Herry Harun, wartawan Timor Express. (ADB/Floresa)

 

Advertisement

3 Komentar

  1. Saya heran, para pejabat dan penegak hukum di Ruteng diam saja dalam kasus seperti ini. Kok, hanya wartawan yg punya nyali untuk mempersoalkan pemberian mobil ke Kapolres Manggarai

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini