Pesan Natal Pastor Paul Budi Kleden SVD

0
994
Pastor Paul Budi Kleden SVD
Pastor Paul Budi Kleden SVD
Pastor Paul Budi Kleden SVD

Para Kerabat dan Sahabat terkasih,

“Jangan takut”, kata malaikat Gabriel kepada Maria ketika menyampaikan kabar tentang anak yang bakal dikandungnya. “Jangan takut”, seru rombongan malaikat kepada para gembala saat memaklumkan kelahiran Sang Penyelamat di kota Daud. Untuk apa jangan takut? Jangan takut untuk melindungi kehidupan, untuk merawat kehidupan, dan untuk menyukuri anugerah kehidupan. Bagi saya, itulah pesan yang sangat mendalam dari Natal: pesan tentang kehidupan dan tanggungjawab terhadapnya. Dalam nuansa ini saya menyampaikan untukmu: Selamat merayakan sukacita Natal sebagai perayaan kehidupan, sebab Tuhan sendiri memilih berbagi kehidupan ini dengan kita.

Hidup adalah rangkaian pertemuan dan perjumpaan yang memperkaya, entah kita sadari atau tidak. Pada akhir tahun ini, saya hendak menceriterakan beberapa dari perjumpaan yang boleh saya alami, yang meninggalkan kesan dan pesan yang mendalam bagi saya.

Pertemuan pertama terjadi pada tanggal 14 Januari, sehari menjelang perayaan pendiri tarekat-tarekat kami, Santo Arnold Janssen. Pada hari itu, bersama dua orang dari dewan pimpinan umum SVD, saya mendapat kesempatan untuk ikut merayakan misa pagi bersama Paus Fransiskus di kapale di rumah tinggalnya, rumah Santa Marta. Kesederhanaannya amat mengesankan. Kotbahnya spontan namun amat mendalam, dengan kata-kata yang amat biasa. Yang paling menarik adalah, setelah misa semua orang diberi kesempatan untuk berjabat tangan dengan beliau dan bertukar satu dua kata dengannya. Banyak orang tidak mencium cincin Paus, tanpa masalah. Sangat tampak bahwa Paus memang sangat menghargai pertemuan, dan pasti pertemuan dengannya meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua yang pernah mengalaminya.

Dari pertengahan Februari sampai pertengahan Maret saya ada di Jerman. Bersama seorang Bruder dari Congo, saya membuat kunjungan enam tahunan, yang kami sebut visitasi general. Ini kesempatan untuk mendengar sharing kehidupan dan karya para sesama SVD serta bertemu dengan orang-orang yang bekerja dengan mereka atau yang mereka layani. Di Jerman sudah ada banyak misionaris SVD dari Indonesia, mereka bekerja di paroki atau mengajar. Sebagiannya bertugas sebagai pastor paroki, ada yang dipercayakan dalam tugas kepemimpinan SVD di provinsi Jerman. Di Hamburg, saya sempat mengunjungi sebuah kelompok yang diasuh oleh Bruder Stefan Würth. Ini adalah satu program khusus dari pemerintah Jerman untuk membantu orang-orang yang sudah lama tuna karya. Orang-orang ini punya cerita masa lalu yang suram, dan kini mereka mencoba mengambil langkah baru dalam hidupnya. Bruder Stefan melatih mereka untuk berkebun.

Visitasi general kedua saya tahun ini membawa saya ke Argentina, dari pertenghan Juli sampai pertengahan September. Di Argentina SVD sudah berkarya selama 125 tahun, dan dalam kurun waktu itu banyak sekolah, paroki dan karya-karya sosial didirikan dan ditangani. Ada banyak pula imam, biarawan dan misionaris dididik, serta para awam mendapat kesempatan untuk melibatkan diri dalam karya misi. Di bagian utara Argentina saya sempat mengunjung beberapa paroki yang mempunyai pelayanan khusus bagi anak-anak dari keluarga-keluarga miskin. Di salah satu paroki, sekitar 300 anak datang setiap siang untuk mendapat makan, kecuali pada hari Minggu. Pemerintah dan beberapa instansi membantu membeli bahan makanan, sedangkan ada dua atau tiga ibu mewajibkan dirinya untuk setiap hari mengkoordinir bantuan ini. Mereka dibantu beberapa ibu dari anak-anak. Semua mereka ini orang-orang sederhana, namun punya komitmen untuk membantu sesama yang mengalami lebih banyak
kesulitan. Misionaris SVD Indonesia pertama datang ke Argentina hampir 20 tahun lalu. Mereka bertiga masih setia bertugas melayani umat di sana.

Pada akhir Oktober-awal November saya membuat kunjungan singkat selama delapan hari di Korea Selatan. SVD sudah berkarya di sana selama 30 tahun. Salah satu karya utama adalah pastoral untuk para perantau, khususnya dari Filipina, Vietnam, dan dari Timor Leste. Saya mendapat kesempatan bertemua dengan ketiga kelompok ini. Yang Timor Leste ketika itu sedang ditampung di sebuah rumah penampungan milik satu keuskupan. Sekitar 20 orang saat itu berada di sana. Umumnya anak-anak muda. Kesulitan utama mereka adalah soal bahasa dan pekerjaan. Dua anggota SVD dari Indonesia membantu mereka di tempat penampungan itu.

Pertemuan dan perjumpaan, walaupun kadang-kadang amat singkat, bisa meninggalkan kesan mendalam dan amat memperkaya. Sebab itu, berita tentang kematian orang-orang yang pernah kita jumpai, kendati singkat, namun berkesan, pasti terasa sebagai sebuah kehilangan besar. Dalam bulan Juli tahun ini saya amat terkejut mendapat berita kematian tiga orang Bruder dari kongregasi Saint John of God yang bekerja di Monrovia, Liberia. Mereka meninggal karena terserang Ebola dari para pasien yang mereka tangani di rumah sakit mereka di ibukota Liberia tersebut. Pada bulan November tahun lalu saya sempat menginap di rumah mereka saat berkunjung ke Liberia untuk menjajaki kemungkinan memulai karya SVD di sana.

Dalam berbagai perjumpaan dengan para anggota SVD dan para rekan kerja serta umat yang mereka layani di berbagai tempat di dunia, saya melihat, bahwa di mana-mana selalu saja ada orang yang tidak merasa takut untuk membaktikan dirinya demi melindungi kehidupan, khususnya dari orang-orang yang berada dan hidup di pinggiran perhatian publik. Dan hal ini hanya mungkin, sebab Tuhan memanggil mereka, dan banyak orang setia mendukung mereka, dengan doa dan bantuan lain. Untuk doa dan perhatianmu bagi para misionaris kami, saya ucapkan banyak terima kasih. Menurut data kami di Roma, pada akhir tahun ini, jumlah seluruh anggota SVD adalah 6028 orang, darinya 1578 atau sekitar 26,17% dari seluruh anggota SVD adalah orang-orang Indonesia. Jumlah in termasuk 135 novis yang baru memulai pendidikannya dalam SVD (jumlah seluruh novis tahun pertama di seluruh serikat SVD adalah 241). Pendidikan dan karya mereka membutuhkan dukungan banyak pihak.

Roma, 22 Desember 2014

Saudaramu,

Collegio del Verbo Divino
Via dei Verbiti 1
I-00154 Roma
(Pesan Natal ini didapat Floresa.co dari salah satu milis para wartawan)

(ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini