Dimintai Penjelasan Soal Mobil Pajero, Kapolres Manggarai Malah Hina Wartawan

1
1535
Kapolres Manggarai M Ischaq Said
Kapolres Manggarai M Ischaq Said
Kapolres Manggarai M Ischaq Said

Ruteng, Floresa.co – Pelecehan terhadap profesi jurnalis kembali terjadi di Manggarai Raya, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah sebelumnya kasus serupa terjadi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, kali ini terjadi di Ruteng.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Manggarai M Ischaq Said menyebut pemberitaan terkait bantuan mobil mewah jenis Pajero Sport dari pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ke Polres sebagai berita kacangan alias murahan. Dia pun menuding pemberitaan tersebut sebagai titipan. Tak dijelaskan, titipan siapa yang dimaksudkan Kapolres tersebut.

Tudingan yang bersifat cemoohan tersebut terlontar dari mulut Ischaq saat sejumlah wartawan di Ruteng, pada  Selasa (23/12/2014) meminta komentarnya terkait dugaan adanya gratifikasi dalam pemberian mobil tersebut.

Jo Kenaru, ketua Aliansi Wartawan Manggarai (Awam) kepada Floresa.co usai kejadian tersebut mengaku, dirinya dengan sejumlah wartawan lainnya hendak mengkonfirmasi berita terkait adanya dugaan gratifikasi pemberian mobil senilai Rp 400-an juta tersebut.

“Bukan hanya mendikte wartawan, kok malah menyuruh wartawan agar jangan membuat berita kacangan,” kata Jo Kenaru yang juga wartawan TV-One, Anteve, dan Vivanews itu.

Selain menyudutkan media, Kapolres Ischak juga meragukan argumentasi narasumber yang pernah di muat di berbagai media.

“Mereka yang berkoar-koar tidak menyetujui, di sidang DPRD ternyata setuju pengadaan mobil itu,” tutur Jo Kenaru meniru pernyataan Kapolres.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mobil Pajero tersebut dinilai sarat dengan nuansa gratifikasi. Bantuan mobil itu ditautkan dengan penyelesaian kasus dugaan korupsi dana APBD perubahan senilai Rp  21 Miliar oleh Pemkab Manggarai Timur.

Awam pun mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Sutarman agar segera mencopot Ischaq dari jabatannya.

Memang, Bupati Matim Yosep Tote mengklaim pembelian mobil itu sudah dibahas di DPRD, namun mantan Ketua DPRD Matim periode 2009-2014 Yohanes Nahas dan anggota DPRD lainnya membantah hal tersebut dan mengaku sama sekali tidak tahu soal pengadaan mobil untuk Polres tersebut. (ADB/Floresa)

 

 

Advertisement

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini