Israel Diminta Membayar Rp10,5 T ke Libanon

0
491
Tumpahan Minyak Akibat Serangan Israel Terhadap Lebanon
Tumpahan Minyak Akibat Serangan Israel Terhadap Lebanon
Tumpahan Minyak Akibat Serangan Israel Terhadap Lebanon

Floresa.co – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta Israel membayar ganti rugi sebesar US$850 juta atau Rp10,5 triliun kepada Libanon atas tumpahan minyak selama perang dengan Hezbollah pada 2006 lalu.

Resolusi tersebut, yang disokong 170 negara dan ditolak enam negara lain, menyatakan insiden tumpahan minyak merupakan bencana lingkungan hidup yang menyebabkan polusi secara luas.

Dalam satu pernyataan, Israel mengecam resolusi yang mereka nilai bias terhadap bangsanya, kata media Israel. Tumpahan minyak itu disebabkan oleh angkatan udara Israel ketika membom tangki minyak dekat pembangkit listrik di pesisir Lebanon selama perang sengit sebulan dengan para pejuang Hizbullah.

Serangan itu membanjiri pantai Mediterania dengan 15.000 ton minyak, menurut PBB.

Resolusi yang diadopsi menghitung 856,4 juta dolar AS (700 juta euro), dalam kerusakan yang disebabkan oleh tumpahan minyak itu, terhitung perkiraan inflasi Oktober 2007 oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melaporkan tumpahan menyebabkan kerusakan senilai 729 juta dolar.

Delegasi Israel mengatakan resolusi PBB bias.

“Resolusi ini dikeluarkan jauh setelah efek tumpahan minyak terjadi dan bertujuan tidak lain yaitu berkontribusi menciptakan agenda anti-Israel di PBB,” sebut pernyataan delegasi Israel sebagaimana dikutip kantor berita Associated Press.

Tumpahan minyak di Libanon kini melebar 120 kilometer sepanjang pesisir laut.

Namun, di sisi lain, resolusi tersebut disambut gembira delegasi Libanon. Duta Besar Libanon untuk PBB, Nawaf Salam, mengatakan resolusi tersebut merupakan kemajuan besar.

Konflik 2006 terjadi ketika kelompok Hezbollah di Libanon melancarkan serangan dan menangkap dua serdadu Israel.

Pihak Israel balas melancarkan serangan udara dan laut di seluruh Libanon dan memobilisasi pasukan ke Libanon selatan.

Akibatnya, lebih dari 1.000 orang Libanon, sebagian besar warga sipil, dan sekitar 160 orang Israel, sebagian besar serdadu, tewas.(HWL)

 

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini