Ini Agenda Jokowi Selama di Kupang

1
715
Gubernur Jakarta Joko Widodo saat mengunjungi desa peternak sapi di Ponain, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (29/4//2014). (Foto: Kompas.com)
Gubernur Jakarta Joko Widodo saat mengunjungi desa peternak sapi di Ponain, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (29/4//2014). (Foto: Kompas.com)
Gubernur Jakarta Joko Widodo saat mengunjungi desa peternak sapi di Ponain, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (29/4//2014). (Foto: Kompas.com)

Floresa.co – Presiden Jokowi berkunjung ke Kupang hari ini, Jumat (19/12/2014) untuk menghadiri HUT ke-56 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Joko Widodo bersama rombongan tiba di Kupang, Jumat malam, sekitar pukul 21.30 WITA, untuk memulai kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur selama dua hari, hingga Sabtu (20/12/2014) besok.

Kedatangan Presiden Jokowi disambut Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya di Bandara El dan langsung bergerak menuju rumah jabatan gubernur untuk menyaksikan penandatanganan kerja sama operasional (KSO) sektor peternakan antara Gubernur NTT Frans Lebu Raya dengan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan menyaksikan penandatanganan naskah kerja sama (MoU) sektor kelautan dan perikanan antara Gubernur NTT dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Besok, Presiden Jokowi bersama rombongan dijadwalkan akan menghadiri acara syukuran HUT ke-56 NTT di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Jalan Raya El Tari, Kupang.

Setelah menghadiri syukuran tersebut, Presiden Jokowi akan menuju Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, dengan helikopter milik TNI-AD untuk melakukan “blusukan” di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Dari Atambua, Presiden Jokowi langsung menuju Kabupaten Kupang untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Reknamo sekaligus berdialog dengan masyarakat setempat.

Humas Setda NTT Lambertus Briti mengatakan, sebelum kembali ke Jakarta pada pukul 16.45 WITA, Presiden akan meresmikan RSU Siloam di Kelurahan Fatululi Kupang.

“Jadwal ini masih tentatif. Sewaktu-waktu masih bisa berubah, karena lebih banyak ditentukan sendiri oleh Presiden,” katanya.(ARL/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini