Akibat Ulah Kepala Desa, Petani di Desa Compang Wesang Gagal Panen

0
971

gagal panen

Floresa.co – Nasib naas menimpa para petani di Lingko Geleng, Desa Compang Wesang, Kecamatan Poco Ranaka. Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Mereka mengaku  kelaparan lantaran gagal panen tahun ini.

Akibatnya, jelang Natal dan Tahun Baru kali ini, mereka mengaku sangat kesulitan.

Ketua Kelompok Tani Lingko Geleng, Hery Hasman mengatakan, mereka tak bisa memanen lantaran padi mereka rusak semua.

Pemicunya, kata dia, adalah tindakan Kepala Desa Kornelis Mancung yang secara sepihak, tanpa ada sosialisasi dengan warga mengerjakan proyek perbaikan irigasi Bendungan Wae Lawar beberapa bulan lalu, padahal Lingko Geleng mendapat aliran air dari bendungan tersebut.

“Sejak itu tidak ada air yang mengalir ke sawah kami. Padi yang sedang berbunga pun mati semua”, kata Hery.

Lingko Geleng adalah salah satu area persawahan terbesar di Wesang dan banyak keluarga menggantungkan hidup ke lingko tersebut.

Petani lain dari Wesang yang minta namanya tidak disebutkan, mengatakan, kepala desa tampaknya acuh tak acuh dengan nasib mereka.

“Tiba-tiba saja proyek itu dibuat. Padahal, dia tahu, padi di Geleng sementara berbunga, akibatnya semua padi mati kekeringan,” katanya.

“Lebih mirisnya lagi, tidak ada usaha dari kepala desa untuk mengatasi persoalan ini. Kenapa proyek tidak dikerjakan setelah panen?”, lanjut petani ini.

Seharusnya, kata dia, kepala desa dan pimpinan proyek mengupayakan air tetap mengalir ke Lingko Geleng dengan pipa air atau saluran alternatif sehingga padi bisa tetap hidup.

Banyak Kejanggalan

Informasi yang dihimpun Floresa.co, warga Wesang mengeluhkan sikap Kades Kornelis yang menurut mereka tidak pernah melibatkan warga Kampung dalam mengambil keputusan.

Tidak hanya dalam kasus di Lingko Geleng, warga mensinyalir banyak ketidakberesen selama masa kepemimpinan Kornelis, termasuk dalam penggunaan dana bantuan di desa tersebut.

“Kami sebut contoh, ada dana bantuan untuk pembangunan bak penampungan air di kampung, hingga belasan juta, tapi Kepala Desa hanya bangun bak ukuran sekitar 2 meter persegi. Tidak hanya itu, bak ini pun sampai sekarang tidak bisa digunakan, karena setiap kali diisi air, airnya langsung habis karena meresap ke tanah”, kata warga lain di Wesang, yang lagi-lagi minta namanya dirahasiakan.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat, bendahara proyek tersebut adalah orang dekat Kornelis, begitupun para pekerja pembangunan bak itu.

“Kami bingung, karena setelah kondisi baknya seperti itu, tidak ada upaya lanjutan dari dia untuk perbaiki baknya. Sekarang bak itu telantar, sama sekali tidak dipakai”, katanya.

Warga ini mengatakan, kalau mereka meminta penjelasan terkait kebijakan Kades Kornelis, ia selalu berusaha membela diri, bahkan kadang memarahi warga Wesang.

“Kami sangat berharap Camat Poco Ranaka atau Kepala Dinas terkait dari Borong datang ke desa kami. Tolong cek penggunaan dana yang sudah masuk ke desa ini”, katanya.

“Sejak kami dimekarkan dari Desa Golo Lobos, tidak ada perubahan sama sekali. Malahan kondisi kami tambah buruk”, kata warga lain di Wesang.

Kampung Wesang yang terletak di bagian ujung barat Manggarai Timur sebelumnya bergabung ke Desa Golo Lobos. Pasca pisah beberapa tahun lalu, kondisi desa ini bukannya membaik, tetapi malah memburuk, karena tidak terawatt.

Kades Kornelis dilaporkan tidak peduli dengan kondisi kebersihan di wilayahnya.

Ia kerap jadi bahan pembicaraan warga Kampung, karena banyaknya keganjilan dalam pelaksanaan pemerintahan.

“Jika ada stafnya yang kritis, ia tidak canggung untuk pecat. Ia memilih orang-orang yang bisa dia atur”, demikian pengakuan warga di kampung itu. “Akibatnya, warga tidak taat lagi dengan dia. Dan ini yang membuat kondisi kami sekarang sangat buruk.”

Kini, warga Wesang mengaku melihat masa depan yang buram, selagi Kornelis tidak berubah.

“Apalagi kami dengar Pak Presiden mau kucurkan dana 1 miliar setiap desa. Kalau watak kepala desa masih seperti di sini, itu uang akan sia-sia nantinya,” ungkap seorang warga.

“Dana kecil saja tidak jelas penggunaanya, apalagi kalau dana banyak seperti itu.”

Floresa.co beberapa kali berupaya menghubungi Kades Kornelis mengonfirmasi pengakuan  warga Wesang. Namun, hingga berita ini diturunkan, ia belum bisa dihubungi. (ARS/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini