Di Media Sosial, Bupati Tote Disebut Layak Masuk Penjara

1
898
Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote.
Bupati Yosep Tote
Bupati Yosep Tote

Floresa.co – Klaim Bupati Manggarai Timur, Yosep Tote bahwa pembelian Mobil Pajero Sport untuk Polres Manggarai sudah dibahas di DPRD mendapat respon tidak simpatik di media sosial, Facebook. Tote pun ramai dicerca. (Baca: Meski Dibantah DPRD, Tote Tetap Ngotot Pembelian Pajero Sudah Pernah Dibahas)

Sebagaimana diberitakan Floresa.co sebelumnya, pada Kamis pekan lalu (11/12/2014), Tote mengatakan di hadapan anggota DPRD Matim dalam Rapat Paripurna Pembahasan Nota Pengantar RAPBD tahun 2015, terkait rencana pembelian mobil itu sudah dibahas di Komisi A DPRD Matim pada 2013.

“Mobil Pajero ini dulu dibahas pada komisi A, tetapi karena tidak mungkin menganggarkan pada dana  perubahan maka dianggarkan dana induk. Mungkin ada anggota dewan waktu itu tidak ikut proses,” kata Tote.

Pernyataan Tote berbeda dengan pengakuan mantan Ketua DPRD Matim periode 2009-2014 Yohanes Nahas yang menegaskan, rencana pembelian mobil itu tidak mereka ketahui. Tidak hanya Nahas, anggota Komisi A sendiri pun, termasuk Niko Martin serta Wakil Ketua DPRD Matim Willy Nurdin mengaku tidak tahu ikhwal rencana pembelian mobil itu.

Berita tersebut klaim Tote, yang dibagikan di Facebook oleh pemilik akun Ryan Dagur ke grup, “Suara Rakyat Manggarai Timur”, mendapat beragama tanggapan, yang semuanya menyayangkan sikap Bupati Tote.

Pemilik akun Doni Parera, misalnya, mengatakan, para pemangku jabatan harus sadar dengan posisi mereka sebagai pihak yang harus memberi teladan kepada masyarakat.

Mual liat saling tuding seperti ini oleh para pejabat terhormat, yang waras dan punya kesadaran berpikir yang penuh,” tulisnya. Ia melanjutkan, “mungkin yang tidak dipunyai hanya rasa malu saja.“

Pemilik akun lain Edel Jenarut New memberi komentar singkat, “KPK, datangnya cepatan dong”.

Sebastian P. Maro merespon dengan menegaskan, apa yang dilakukan Tote merupakan bentuk gratifikasi atau penyuapan. Ia pun optimis bahwa Tote akan ke jeruji besi.

“Sudah pasti bahwa pemberian mobil Pajero Sport adalah grativikasi”, tulisnya. Maka sampe ketemu di kamar hotel 2×2 hehheh,  lanjut Sebastian.

Pengguan Facebook lain dengan nama akun Robi Naroeng mempertanyakan alasan bupati Tote ngotot pembelian Mobil tersebut sudah dibahas di DPRD.

Robi menulis “Ada apa di balik ngotot?”.

Menjawab pertanyaan Robby, Laura Sc De Almi menimpali, “yahhh biar rombongan ke sebelah atas STM Binakusuma”.

Pernyataan Laura “ke sebelah atas STM Bina Kusuma” tampaknya merujuk ke Lembaga Pemasyarakatan yang letaknya berdekatan dengan Sekolah Teknik Menengah (STM) Bina Kusuma Ruteng di Labe, Ruteng.

Lain lagi dengan Joe Leonard. Dengan nada keras, ia menyarankan agar Tote harus mendengar hati nuraninya.

“Jadi Bupati bukan sekedar indentitas tapi nilai. Di dalamnya hati nurani”, komentar Leonard.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemberian mobil itu diduga sebagai bentuk gratifikasi, karena diberikan saat Polres Manggarai sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi 21 miliar rupiah dana APBD Perubahan 2012. (ARJ/Floresa).

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini