Wartawan di Labuan Bajo Demo Mengecam Aksi Premanisme Polisi

0
1877
Aksi demo wartawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (13/12/2014) mengecam aksi premanisme anggota Polres Mabar Bripka M Lukman yang mengancam wartawan Metro TV, John Lewar (Foto: Floresa)
Aksi demo wartawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (13/12/2014) mengecam aksi premanisme anggota Polres Mabar Bripka M Lukman yang mengancam wartawan Metro TV, John Lewar (Foto: Floresa)
Aksi demo wartawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (13/12/2014) mengecam aksi premanisme anggota Polres Mabar Bripka M Lukman yang mengancam wartawan Metro TV, John Lewar (Foto: Floresa)

Floresa.co – Para wartawan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi unjuk rasa hari ini, Sabtu (13/12/2014) sebagai bentuk protes terhadap aksi premanisme seorang oknum polisi terhadap salah seorang wartawan, Jumat kemarin.

Bripka M Lukman, anggota Polres Mabar mengancam John Lewar, wartawan Metro TV ketika John sedang melakukan konfirmasi terkait dugaan keterlibatan Lukman sebagai kontraktor pengerjaan tembok penahan jalan negara di Mamis  – bagian dari ruas jalan Labuan Bajo-Ruteng.

John, yang sedang melakukan kerja jurnalistik dan dilindungi undang-undang itu, direspon dengan kata-kata ancaman Lukman. (Baca: Polisi di Mabar yang Diduga Main Proyek Ancam Wartawan Metro TV)

“Dia ancam saya dan mengatakan saya sembarang saja ketika saya meminta konfirmasi terkait indikasi keterlibatan dia dalam proyek tembok penahan jalan negara di Mamis,” jelas John.

Tindakan premanisme Bripka Lukman membuat Persatuan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) menggelar aksi di Labuan Bajo hari ini, mulai pukul 09.00 WITA.

Semua wartawan di Mabar ikut dalam aksi ini yang dipimpin Sirilus Ladur, Ketua PWMB.

Aksi mereka menarik simpati warga di kota Labuan Bajo, seperti tukang ojek, nelayan, pedagang dan pemandu wisata.

Para wartawan mulai bergerak dari pertigaan Hotel Puncak Waringin, lalu mengelilingi kota Labuan Bajo dengan melintasi kawasan kuliner Kampung Ujung, Simpang Pantai Pede, Patung Komodo, Markas Polres, Kantor Kejaksaan dan berakhir di kantor Bupati Mabar.

Dalam orasinya para wartawan membeberkan sejumlah kasus korupsi yang melibatkan sejumah pejabat, kontraktor dan oknum penegak hukum yang kini mengendap di Polres dan Kejaksaan.

Bripka Lukman sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Tindak Pindana Korupsi di Polres Mabar.

Para wartawan dalam aksinya mengatakan, mereka menduga banyak kasus korupsi di Mabar yang ditangani kepolisian mandeg, karena justeru polisi sendiri terlibat jadi mafia proyek. (MN/ADB/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini