Polisi di Mabar yang Diduga Main Proyek Ancam Wartawan Metro TV

7
2653
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Floresa.co – Oknum polisi di Polres Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Bripka M Lukman alias Koko bertengkar dan mengancam jurnalis Metro TV.

Bahkan si polisi mengeluarkan kata-kata bernada ancaman ketika sang jurnalis, John Lewar mengonfirmasi keterlibatan Bripka Lukman dalam proyek jalan raya Labuan Bajo-Ruteng.

Kejadiannya terjadi pada Jumat (12/12/2014) sekitar pukul 10-11 WITA. John yang mendapat informasi dari sejumlah sumber bahwa Bripka Lukman menjadi kontraktor pengerjaan tembok penahan jalan negara di Mamis  – bagian dari ruas jalan Labuan Bajo-Ruteng – berusaha melakukan konfirmasi.

“Dia ancam saya dan mengatakan saya sembarang saja ketika saya meminta konfirmasi terkait indikasi keterlibatan dia dalam proyek tembok penahan jalan negara di Mamis,” jelas John.

John menuturkan, sebelum bertemu, keduanya berbicara melalu pesan singkat.

Ketika John melintas di di depan Mapolres Manggarai Barat, Bripka Lukman memanggilnya dengan nada kasar.

John lantas berhenti dan menemui Bripka Lukman di kios di samping Mapolres.

Percakapan keduanya berlangsung panas dan terjadilah pertengkaran. Namun, Bripka Lukman kemudian kabur ketika warga di sekitar mulai mengerumini keduanya.

Bripka M Lukman sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Tindak Pindana Korupsi di Polres Mabar.

Karena itu, dengan kesal John mencurigai banyak kasus dugaan korupsi di Mabar selama ini terendap begitu saja karena justeru penegak hukum ikut keciptratan proyek.

“Bagaimana mungkin bisa diurus dengan profesional kalau polisi juga terlibat. Apalagi oknum ini pernah menjabat Kanit Tipikor,” ujar John kesal.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Jules Abraham Abas yang dimintai tanggapannya terkait insiden ini berjanji akan mendalami keterlibatan anak buahnya dalam proyek pemerintah.

“Bila terbukti, akan diproses secara internal”, ujarnya. (MN/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

7 Komentar

  1. walah…walah, dari dulu memang aparat selalu buat ulah, korupsi mereka raja, tindakan represif mereka juga rajanya, gimna negara aman klo pihak keamananan jalannya pincang

  2. Sejauh yg amati klau oknum polisi ikut2an dlm aktivitas proyek, sy sudah menyebutnya lumrah klaupun menyalahi aturan. Tp spanjang yg sy tahu juga mreka tdk pernah berlaku kasar. Aneh juga klau oknum pol Koko bertindak arogan. Atau apa krn ada sikon yg kurang pas ?

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini