Terkait Masalah Pantai Pede, Tanpa Malu Dulla Jilat Ludah Sendiri

2
1116
Bupati Agustinus Ch Dulla dan Wakil Bupati Maksi Gasa
Bupati Agustinus Ch Dulla dan Wakil Bupati Maksi Gasa
Bupati Agustinus Ch Dulla dan Wakil Bupati Maksi Gasa

Floresa,co.- Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dula, menyetujui permintaan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, untuk memuluskan pembangunan hotel di Pantai Pede. Bahkan, Dula sudah menyusun jadwal  sosialisasi yang dihadiri Gubernur Lebu Raya dan PT Sarana Investama Manggabar (SIM) pada 22 Desember mendatang.

Hal diungkapkan Dula usai rapat paripurna DPRD Mabar, Selasa (9/12/2014), sebagaimana dilansir vnewsmedia.com.

Dula mengaku sudah menerima surat Gubernur Lebu Raya yang meminta Pantai Pede dibebaskan untuk pembangunan hotel berbintang oleh PT SIM.  Dan, sikapnnya tidak mungkin melenceng jauh dari kehendak Gubernur sebagai pemilik aset Pantai Pede, tegas Dula.

Terkait resiko penolakan warga, menurut  Dula, sebenarnya tidak ada penolakan. Yang ada hanya soal perbedaan persepsi tentang pembangunan. Karena sejujurnya, lanjut Dula, pembangunan hotel ini sangat berarti bagi masyarakat Manggarai Barat.

“Tidak mungkin juga Labuan Bajo begitu terus saja. Saya punya mau juga supaya di Pantai Pede itu harus ada monumen apa lah begitu. Bangunan apa yang sangat berarti yang membuat Labuan Bajo kaya sebagai akomodasi terhadap kepentingan pariwisata,” kata Gusti.

Pernyataan ini sungguh berbeda dengan  sikap Dula sebelumnya saat merespons tuntutan  Gerakan Masyarakat Selamatkan Pantai Pede dan Pulau-pulau (Gemas P2) yang berdemonstrasi di Mabar, Selasa (28/10/2014). Kala itu, dia mendukung perjuangan masyarakat yang mempertahankan Pantai Pede sebagai ruang publik, kata Dula saat itu.

Perubahan sikap Dulla yang kemudian tanpa beban menyatakan setuju dengan Lebu Raya dikecam, karena ia dinilai tanpa malu menjilat ludah sendiri.

Anggota DPRD Manggarai Barat dari Partai Hanura Blasius Janu Pandur, menganggap Bupati Mabar sebagai pengkhianat rakyat.

“Bupati jangan takut dan tunduk pada Gubernur jika kebijakan Gubernur bertentangan dengan kehendak rakyat, apalagi ketika itu jelas-jelas bertentangan dengan undang-undang”, ujar Blasius dengan nada kesal.

“Memalukan punya Bupati yang tidak bisa membela kepentingan rakyat seperti ini.” (ARS/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

2 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini