Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Foto: blognyawido.files.wordpress.com)
Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Foto: blognyawido.files.wordpress.com)
Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Foto: blognyawido.files.wordpress.com)

Floresa.co – Wacana pemekaran Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menjadi dua dengan membentuk Kabupaten Manggarai Barat Daya (MBD) mulai bergulir.

Di media sosial Facebook, hal ini pun hangat dibicarakan. Beragam tanggapan muncul dari para facebooker. Umumnya, mereka merespon wacana ini dengan dingin.

Di grup “Demokrasi Mabar” misalnya, diskusi mengenai pemekaran Mabar ini dibuka oleh Edi Danggur, salah satu warga Mabar yang menetap di Jakarta.

Pada Minggu (7/12/2014), melansir berita media lokal di NTT, Edi mengungkapkan, ada rencana pembentukan Kabupaten MBD.

Menurut Edi, rencana tersebut disokong oleh Wakil Bupati Manggarai Barat Maksimus Gasa dan dananya sudah disiapakan melalui APBD.

Informasi yang dihimpun Floresa.co memang menyebutkan, Pemda Mabar menggelontorkan dana Rp 237 juta dari APBD Perubahan 2014.

Edi menulis, kendati Manggarai Barat dimekarkan menjadi 10 kabupaten sesuai jumlah kecamatan, hasilnya bakal tetap sama kalau bupati, wakil bupati, kepala dinas, anggota DPRD hanya tertidur pulas dan baru bangun ketika jabatan mau berakhir.

Tulisan Edi ini kemudian memancing diskusi.

Ketika berita ini ditulis, setidaknya sudah terdapat 30 komentar pada postingan Edi tersebut.

“Kalau semuanya masih tidur para pejabatnya, sama saja bohong,” komentar Hiro Suasa.

Pemilik akun bernama Fransiska Mur Essy Daiman menambahkan informasi bahwa rencana pembentukan MBD sudah disosialisasikan.

Kecamatan yang tercakup di dalamnya adalah Lembor, Lembor Selatan, Welak, Kuwus dan Ndoso.

“Tanggal 15 (Desember) deklarasinya,” tulis Fransiska.

Informasi senada juga disampaikan oleh akun Marsel Bandur. Dia mengatakan, rencana pembentukan kabupaten baru tersebut sedang disosialisasikan oleh Pemda Mabar dan DPDRD.

Sosialisasi akan dilakukan Selasa esok (9/12/2014) di Kecamtan Komodo dan Ndoso, kemudian sehari sedudahnya, Rabu di Kecamatan Macang Pacar.

“Keinginan pemekaran bukan keinginan elit politik  atau pejabat tetapi keiginan masyarakat Mabar khususnya di wilayah kecamatan Lelak, Lembor, Lembor Selatan, Kuwus, Ndoso, dan Macang Pacar,” tulisnya.

Diskusi terkait pembentukan MBD juga hangat dibicarakan di grup “Wacana Pembentukan Provinsi Flores”.

Diskusi di grup itu dipicu oleh postingan pemilik akun bernama Cyprian Guntur.

Ketika berita ini ditulis, pada postingan Cyprian terdapat 19 komentar.

Ada yang memandang rencana tersebut dengan sikap sinis tapi ada juga yang setuju dengan memberi catatan.

“Sangat tidk setuju. Sudahlah biar Manggarai kepu jiri telu kat (dibagi tiga saja),” komentar aku Mhen Pa’ang.

“Kalau memang wacana ini sepenuhnya demi mempermudah pelayanan kepada masyarakat,boleh-boleh saja. Soalnya, akses transportasi dari daerah Kuwus dan Ndoso msih dibilang susah untuk  mencapai ke ibukota kabupaten, shingga kebanyakan  hasil  pertaniannya dijual ke Ruteng,” tambah pemilik akun bernama Julius Hegam.

Sementara Bonie Jagom berpendapat rencana pemekaran ini hanya akal-akal elit politik di Manggarai Barat.

“Apa mereka buta, Mabar saja belum maju-maju dalam segala hal, lantas mau mekar..itu hanya pada ujungnya berbagi kekuasaan.” tulisnya. (PTD/ARS/Floresa)