Kades di Mabar Ditipu Oknum Yang Mengaku Pejabat, Uang 7 Juta Pun Raib

0
712
Ilustrasi

uang

Floresa.co – Paulus Apan, Kepala Desa Compang Liang Dara, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat menjadi korban penipuan dari oknum yang megaku diri sebagai Asisten II dan Kepala Bappeda Mabar. Uang milik Paulus Rp 7 juta pun raib.

Modus penipuannya, oknum tersebut mengirim pesan singkat ke ponsel Paulus, di mana disebutkan bahwa Desa Compang Liang Dara akan mendapat bantuan dana sebesar Rp 700 juta.

Namun, agar bisa mendapatkan dana tersebut, Paulus diminta oleh oknum tersebut mengirimkan sejumlah uang. Paulus yang sudah 10 tahun menjabat sebagai kepala desa itu pun terbuai. Pasalnya, pelaku yang jumlahnya lebih dari satu itu juga menelpon berkali-kali dan berusaha meyakinkan Paus.

Kades yang tak sadar masuk perangkap penipuan pun akhirnya bergegas ke BRI Cabang Labuan Bajo.

“Kemarin, saya transfer Rp 4,5 juta. Mereka bilang itu tidak cukup. Sehingga tadi pagi saya tambahkan lagi Rp 2,5 juta. Genap Rp 7 juta karena uang yang dijanjikan untuk Desa Compang Liang Dara sebanyak Rp 700 juta,” ujarnya ketika ditemui di ruang tunggu Kantor Bupati Manggarai Barat di Labuan Bajo, Rabu siang (3/12/2014).

Paulus mengaku terbuai karena uang bantuan yang dijanjikan itu terbilang jumbo untuk ukuran desanya yang baru dua tahun dimekarkan dari Desa Liang Dara menjadi Desa Compang Liang Dara.

Ia pun mengambil uang pribadi, karena saat ini,  dana di kas desa tak cukup untuk memenuhi permintaan para maling itu.

Paulus akhirnya sadar ditipu setelah dirinya mendatangi  kantor Bappeda Mabar setelah mentransfer dana ke rekening  yang beralamat di Kebon Jeruk, Jakarta itu. Menurutnya, ada juga sejumlah kepala desa lainnya yang mendapat pengalaman seperti dirinya.

Tetapi bedanya, kepala desa lainnya mengecek terlebih dahulu ke Bappeda sehingga tak menjadi korban penipuan.

“Saya menyesal dan sangat kecewa. Saya minta bantuan teman-teman tolong sebarluaskan informasi ini supaya tidak ada lagi yang tertipu,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bappeda Mabar Aleksius Saryono mengakui modus seperti ini sudah sering terjadi di Mabar. Namun banyak di antaranya yang mengonfirmasi hal tersebut ke kantornya sehingga tidak sampai menjadi korban penipuan.

“Bapeda tidak punya proyek di desa. Mekanisme anggaran melalui APBD. Pencairan anggaran hanya melalui bendahara umum daerah yakni Kepala Dinas PPKAD. Bappeda hanya perencana pembangunan daerah untuk semua SKPD,” kata Aleksius. (MN/Floresa).

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini