163 Warga Manggarai Derita HIV/AIDS

0
788

AIDS

Ruteng, Floresa.co – Jumlah warga di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menderita pernyakit HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) kian mengkuatirkan.

Boni Mardianus, pengelolah program Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KAPD) Kabupaten Manggarai mengatakan, akumulasi kasus HIV dan AIDS pada tahun 2005-2014 cukup banyak.

“Total kumulatif kasus HIV dan AIDS berdasarkan jenis kelamin tahun 2005- Agustus 2014 antara lain, kasus HIV, laki-laki 40, perempuan 33, total 73 kasus. Kasus AIDS, laki-laki 75, perempuan 15, total 90 kasus,” kata Mardianus di Ruteng, Senin (1/12/2014).

Ia menjelaskan, di bulan Januari-Agustus 2014, Kasus HIV berjumlah 19 orang dengan perincian, laki-laki 9 dan perempuan 10. Sedangkan kasus AIDS berjumlah 18 orang dengan perincian Laki-laki 13 dan Perempuan 5.

Para pecandu HIV dan AIDS, katanya, adalah mereka yang pernah merantau ke Kalimantan, Makasar, Bali, dan beberapa tempat lainnya.

Program penangulangan HIV dan AIDS untuk tahun 2015 mulai dari pedesaan, sebab hingga kini masyarakat di pedesaan yang banyak merantau, kata Mardius.

“Kalau selama ini programnya top down maka untuk tahun 2015 ini programnya bottom up.”

Saat merayakan Hari AIDS tepat tanggal 1 Desember kemarin, pihak KPAD kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi dan membagikan brosur di berapa tempat umum demi mengurangi penyakit mematikan tersebut.

Lebih lanjut Mardianus mengungkapkan, perayaan hari AIDS dengan tema “Lindungi Diri, Keluarga, dan Masyarakat Dari HIV dan AIDS Dalam Rangka Perlindungan HAM” ini, pihaknya mengalami kesulitan dengan meningkatnya total permintaan kongdom.  Sebab, ia mengakui di tahun 2014 ini persediaan kongdom di KPAD sangat terbatas.

Sementara itu, Leksi salah seorang warga Ruteng mengharapkan agar program penyelamatan warga dari penyakit HIV dan AIDS terus digalakan demi meminimalisasi pertumbuhannya.

Sebab, kata dia, banyak masyarakat Manggarai yang belum mengenal secara mendalam tentang penyakit ini, serta upaya pencegahannya. (ADB/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini