Kapolda NTT Tak Tahu Polres Manggarai Dapat Kado Mobil Mewah dari Pemda Matim

2
1164
Kapolda NTT Brigpol Endang Sunjaya

Kapolda NTT Endang Sunjaya
Kapolda NTT Endang Sunjaya

Floresa.co – Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Brigjen Pol Endang Sunjaya tak mengetahui pembelian mobil Mitsubishi New Pajero Sport V6 untuk Kapolres Manggarai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur (Pemda Matim).

Mobil itu yang ditaksir seharga lebih dari Rp 400 juta dibeli dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Matim 2014 dan dipergunakan sebagai kendaraan dinas Kapolres Manggarai.

“Saya belum tahu masalah itu. Tapi bupati dan DPRD yang punya kewenangan, jangan tanya ke saya,” ujar Endang singkat ketika dihubungi Floresa.co, Sabtu, (29/11/2014).

Seperti diberitakan Floresa.co sebelumnya, pembelian mobil tersebut berdasarakan permintaan Polres Manggarai.

“Akhir 2013, Polres Manggarai mengajukan proposal pengadaan mobil operasional. Mobil itu dibeli pada Oktober 2014 seharga Rp 400 jutaan,” ujar  Kepala Bagian Umum Setda Manggarai Timur, Frans Teja.

Niko Martin, Aktivis Anti Korupsi Manggarai Timur menduga ada unsur gratifikasi di balik pemberian mobil tersebut. Sebab kata Niko, pengadaan mobil Pajero Sport tersebut dilakukan saat Polres Manggarai sedang menangani kasus dugaan korupsi Matim tahun anggaran 2012 sebesar Rp 21 miliar yang melibatkan Bupati Matim Yoseph Tote.

“Saya sebagai pelapor dugaan korupsi itu meminta perhatian Kapolri dan Kapolda NTT untuk memerintahkan Kapolres Manggarai segera mengembalikan mobil tersebut agar laporan dugaan korupsi itu bisa di proses secara benar,” kata Niko Martin.

Keberadaan mobil elit tersebut menjadi bahan pembicaraan publik, karena mobil seorang Kapolres lebih mewah dari Kapolri Jenderal Sutarman yang memakai mobil lebih murah, jenis Kijang Innova. (PTD/Floresa)

Advertisement

2 Komentar

  1. Nnti buat mobil dinas kapolres manggarai yg bosan pajero sport buat proposal lgi ke Manggarai timur…pasti mobil nya lamborghini…asal kasus 21 miliar cukup diam2 sa di meja penyidik..

  2. Menanggapi kasus laporan polisi saudara marsel ahang terkait bagi-bagi proyek yg melibatkan wakil pimpinan DPRD manggarai dari Partai Golkar itu hal yg lumrah atau lasim dilakukan oleh para wakil rakyat jadi sebagai rakyat kami hanya bisa berharap agar para penegak hukum harus menyelidiki kasus ini dan jika terbukti ya di proses secara hukum karena di republik ini tak ada yg kebal hukum!!!

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini