Puisi-Puisi Arief Laga

7
943

Arief Laga


HANYA TANAH

Kala,

Wacana mengharuskanmu untuk bergerak

Kesusahan membuntutimu

Ketakutan merangkulmu erat

Kemunafikan mengikatmu dasyat

Kekuasaanmu,

Sebuah strtegi kehausan akan kehormatan

Bertumbuh subur meski ada dilema

Mengakar, meski tak harus disiangi

Mendunia meski tak melalui desas desus

Tampilanmu,

Mencengangkan

Membinggungkan

Lagi mengharukan

Menelurkan berlaksa tanya yang tak perlu kau jawab

Hanya tanah yang kaupijaki yang tahu rahasiamu

Kau

Bertindak mengikuti alur permainan naluri tirani

Menghempaskan kebenaran yang sebenarnya patut dijunjung

Mengaburkan gagasan kebaikan yang diperjuangkan insan

Dimanakah asamu?

Engkau kuat

Menegasi setiap kebajikan dengan hasrat busukmu

Menyuburkan penyakit jahaman yang membuatmu merasa diatas awan

Hanya tanah yang kau pijaki yang tahu rahasiamu.


TENTANG NASIB

Tuhan,

Hambamu ingin bertanya

Apa mau-Mu?


SULIT

Kau, dengan sederhana

Menari dipersimpangan ramai itu

Kau tersenyum, meski tak ada yang membalas

Kau mendapat apa?

Hanya kepingan-kepingan logam yang sedikit artinya

Seandainya, kaum berdasi yang menontonmu

Adakah kepingan berubah menjadi lembar merah?

Sulit,,,,


JANJI ??

Janji mana janji? Tanyanya

Oh, di sana

Di mana?

Di peti uang

Yang sudah dipaku mati.


Yogyakarta, November 2014

Arief Laga adalah pria kelahiran Manggarai. Saat ini, calon imam Ordo Fransiskan ini sedang studi di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyarta

Advertisement
BAGIKAN

7 Komentar

  1. sungguh dalam makna puisi-puisi saudara yang satu ini. Dalam tiap kata tersirat keprihatinan mendalam mengenai berbagai persoalan sosial yang terjadi dalam kehidupan harian. tetaplah semangat berkarya saudara..

  2. puisi janji diatas sangat menarik buat saya. bisakah saya copynya untuk dijadikan referensi tulisan liar saya?. saya kira para politisi berhenti untuk berjanji atau siapapun yang suka berjanji. menepati janji adalah suatu kemuliaan dan kehormatan jika direfleksikan secra mendalam karena disana ada tuntutan moral. salam sastra dari sang musafir puncak

  3. Terima kasih kae puisinya mengangkat setiap probelema sosial yg terjadi di masyarakat
    Dasyat kae di tunggu karya selanjutnya

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini