Kru Redaksi “Tunas” Sanpio: “Kami Yakin Bisa Juara!”

0
829
Dua kru redaksi Tunas; Paskalis Gratias Domini (Greis, tata letak) Nikodemus Sugiyandi Adas (Andi, bagian design) saat berbincang dengan Floresa.co di di Hotel UNY Yogyakarta. (Foto: Floresa/Evan Lahur)
Dua kru redaksi Tunas; Paskalis Gratias Domini (Greis, tata letak) Nikodemus Sugiyandi Adas (Andi, bagian design) saat berbincang dengan Floresa.co di di Hotel UNY Yogyakarta. (Foto: Floresa/Evan Lahur)
Dua kru redaksi Tunas; Paskalis Gratias Domini (Greis, tata letak) Nikodemus Sugiyandi Adas (Andi, bagian design) saat berbincang dengan Floresa.co di di Hotel UNY Yogyakarta. (Foto: Floresa/Evan Lahur)

Yogyakarta, Floresa.co – Kamis malam (20/11/2014), tiga siswa SMP Seminari Pius XII Kisol (Sanpio) baru saja mempresentasikan materi di hadapan para juri lomba karya jurnalistik remaja tingkat nasional. Lomba ini yang diikuti 50 peserta dari seluruh Indonesia digelar di Yogyakarta.

Agustinus Jaksu (Tino, pemimpin redaksi), Nikodemus Sugiyandi Adas (Andi, bagian design) dan Paskalis Gratias Domini (Greis, tata letak) merupakan pengurus buletin Tunas, yang diterbitkan oleh SMP Sanpio. Buletin ini terpilih sebagai satu satu finalis dalam lomba yang digelar oleh Kementerian Pendidikan ini.

Ketika Floresa.co menyambangi hotel Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), tempat mereka menginap, Andi dan Greis bersedia berbagi cerita tentang pengalaman selama mereka mengikuti kegiatan ini.

“Kami yakin dapat meraih juara satu,” celetuk Andi. “Kami yakin hasil presentasi kami adalah yang terbaik”.

Presentase adalah tahap pertama dari dua tahap yang mesti mereka lalui, karena masih ada tahap kedua, yaitu membuat karya jurnalistik hasil liputan dalam kunjungan ke Monumen Jogja pada hari ini, Jumat.

Berikut petikan wanwancara lengkap Andi dan Greis dengan Evan Lahur dari Foresa.co.

Seperti apa kegiatan harian kalian sepanjang hari ini?

Greis: Kami bangun pagi pukul 06.15 WIB. Kemudian pada pukul. 07.30 kami bersiap untuk sarapan pagi bersama. Setelah makan pagi hingga pukul 19.30 kami mempersiapkan segala sesuatu untuk mempresentasikan karya jurnalistik Tunas. Pada pukul 19.45 kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya jurnalistik Tunas di depan para dewan juri.

Apa perasaan yang muncul saat mempresentasikan buletin Tunas?

Greis: Ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dalam mempresentasikan sebuah karya di tingkat nasional. Perasaan tegang sedikit menghampiri kami saat ingin memulai presentasi.

Andi: Kalau saya merasa sangat bangga bisa mempresentasikan dengan lancar tanpa halangan.

Seperti apa mekanisme selama presentasi?

Andi: Kami membagi tugas dengan jelas. Saudara Tino selaku pemimpin redaksi bertugas untuk memimpin jalannya presentase. Kemudian saya bertugas untuk membantu saudara Tino memperlancar jalannya presentase. Dan saudara Greis bertugas untuk mengoperasikan slide presentase yang telah kami persiapkan.

Greis: Setelah selesai mempresentasikan hasil karya, kami diberi tiga pertanyaan oleh juri. Pertama, apakah pembina terlibat dalam pembuatan karya jurnalistik Tunas? Kedua, siapa saja yang menulis di Tunas? Apa saja keterlibatan kami bertiga dalam pembuatan Tunas?

Apa jawaban kalian?

Greis: Untuk pertanyaan pertama, kami dengan tegas mengatakan bahwa pembina hanya terlibat dalam mengoreksi tulisan yang ada dan menambahkan segala sesuatu yang kurang. Sepenuhnya kami para siswa yang terlibat aktif. Pertanyaan kedua, kami mengatakan bahwa semua tulisan dalam Tunas sepenuhnya berasal dari para siswa dalam hal ini teman-teman kami sendiri. Untuk pertanyaan ketiga, kami mengatakan bahwa kami bertiga memiliki tugasnya masing-masing. Pemimpin redaksi hanya menulis dibagian suara redaksi saja. Begitu pula saya dibagian tata letak dan saudara Andi di bagian design.

Apa pelajaran penting dari pengalaman presentasi tersebut?

Greis: Bagi saya tentu menambah wawasan dan kami ingin membanggakan orang tua.

Andi: Kami sebagai siswa SMP Seminari Pius XII Kisol dan satu-satu utusan dari NTT ingin membawa nama baik almamater tercinta dan ingin memperkenalkan budaya menulis yang selama ini menjadi budaya di sekolah kami Seminari Pius XII Kisol ke tingkat nasional. Pelajaran pentingnya adalah rasa gugup yang ada diri perlu dihapus dan keyakinan perlu ditumbuhkan.

Kalian yakin juara?

Andi: Kami yakin dapat meraih juara 1 karena kami yakin hasil presentasi kami adalah yang terbaik. Sekali lagi kami yakin dapat meraih juara. (ARL/Floresa.co)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini