Kondisi jasad Hendrikus Pion Makung, saat ditemukan di kawasan Golo Lusang., Senin (17/11/2014).
Kondisi jasad Hendrikus Pion Makung, saat ditemukan di kawasan Golo Lusang., Senin (17/11/2014).

Floresa.co – Kematian Hendrikus Pion Makung (60) warga asal Bahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan duka mendalam di pihak keluarga. Mereka mengenang, ia adalah orang yang sangat baik.

“Ia tidak pernah buat masalah dengan keluarga dan selalu berbuat baik dengan orang lain”, kata Hubertus Jonga, keponakan Hendrikus saat ditemui Floresa.co, di Rumah Sakit Umum Ruteng, Selasa (18/11/2014). “Dia orangnya berjiwa sosial”, lanjutnya.

Setelah dikabarkan hilang sejak Selasa minggu lalu, jazad Hendrikus ditemukan warga yang sedang mencari kayu api di seputaran Golo Lusang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Senin kemarin.

Hendrikus datang ke Bahong dalam rangka liburan, berhubung ia menetap di Surabaya, Jawa Timur.

Ia tinggal di sana sejak kuliah tahun 1973, lalu menjadi PNS di Surabaya. Jabatan terakhirnya adalah Kepala Sekolah Negeri 3 Surabaya.

Kata Hubertus, isteri Hendrikus merupakan seorang Tionghoa, di mana mereka memiliki 3 orang anak.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab tewas korban sebab masih menunggu hasil otopsi dari tim forensik Polda NTT.

Tetapi dugaan sementara, korban dipukul hingga memar di bagian kepala korban. (ABD/Floresa)