Kondisi jasad Hendrikus Pion Makung, saat ditemukan di kawasan Golo Lusang., Senin (17/11/2014).
Kondisi jasad Hendrikus Pion Makung, saat ditemukan di kawasan Golo Lusang., Senin (17/11/2014).

Floresa.co – Polisi di Polres Manggarai yang dibantu oleh Polda NTT sudah melakukan otopsi terhadap jenazah Hendrikus Pion Makung (60) warga asal Bahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan meninggal kemarin di kawasan Hutan Golo Lusang. (Baca: Tujuh Hari Menghilang, Hendrikus Ditemukan Tewas di Golo Lusang)

Kasatreskrim Polres Manggarai Iptu Edi mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan yang dipimpin Dokter Gusti Arimbawa, ahli Forensik dari Polda NTT, mereka tidak menemukan adanya kekerasan akibat hantaman benda tumpul.

Namun, ia menjelaskan pihaknya akan melakukan uji laboratorium lebih lanjut. “Hanya kami lagi kirim beberapa organ tubuh ke lab di Bali atau Jakarta,” kata Eddy saat ditemui Floresa.co, di depan ruangan jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Selasa malam (18/11/2014).

Edi menjelaskan, tujuan otopsi ada tiga, antara lain mencari adanya keracunan, kekerasan hantaman benda tumpul dan penyakit.

Sementara itu, jenazah Hendrikus sudah diserahkan ke keluarga dan diantar ke Kampung Bahong.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jenazah Hendrikus ditemukan warga di Golo Lusang, Senin kemarin, setelah dikabarkan hilang sejak Selasa minggu lalu. (Baca: “Om Hendrikus Orang Baik, Berjiwa Sosial”)

Hendrikus datang ke kampungnya di Bahong dalam rangka liburan, berhubung ia menetap di Surabaya, Jawa Timur.

Ia tinggal di sana sejak kuliah tahun 1973, lalu menjadi PNS di Surabaya. Jabatan terakhirnya adalah Kepala Sekolah Negeri 3 Surabaya.