Rudy Soik Ditahan, Komnas HAM Surati Polda NTT

0
1251
Natalis Pigai, Komisioner Komnas HAM
Natalis Pigai, Komisioner Komnas HAM
Natalis Pigai, Komisioner Komnas HAM

Floresa.co – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia akan menyurati Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT menyusul penetapan dan penahanan Rudy Soik yang dituding melakukan tindak pidana penganiayaan.

Rudy merupakan polisi berpangkat Brigadir yang beberapa waktu lalu mengungkap ke publik masalah perdagangan manusia di NTT. Rudy membeberkan keterlibatan atasannya di Polda NTT dalam tindak pidana kejahatan kemanusiaan itu.

Pada 19 Agustus 2014 lalu Rudy bahkan sudah mengadukan masalah tersebut ke Komnas HAM. Dalam laporannya, Rudy membeberkan, ada dugaan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Poda NTT terlibat dalam penyaluran TKI ilegal.

“Kami akan menyurati Kapolda NTT Senin,17 November 2014. Kita minta konsistensi Kepolisian Daerah NTT untuk menuntaskan kaus human trafficking di NTT,”ujar Komisioner Komnas HAM, Natalis Pigai kepada Floresa.co di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (14/11).

Natalis mengatakan, jangan sampai penetapan dan penahanan Rudy dalam dugaan tindak pidana penganiayaan tesebut justru mengaburkan masalah perdagangan manusia yang pernah diungkapkannya.

“Jangan sampai kasus utama tidak ditingdaklanjuti dan beralih ke kasus lain,” tandasnya.

Natalis mengaku mencium gelagat buruk di balik penahanan Rudy sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan di saat dia sedang berusaha mengungkapkan keterlibatan atasannya di Polda NTT dalam kasus perdagangan manusia.

“Terlalu cepat dia ditahan. Apakah ada hubungannya dengan yang dia lakukan  untuk memberantas mafia perdagangan manusia di NTT?,” ujar Natalis.

Karena itu, Natalis meminta Kapolda NTT untuk mengusut keterkaitan antara orang yang diduga dianiaya Rudy dengan jaringan mafia TKI di NTT. “Kami minta Kepolisian mencari sebab-musabab penganiayaan dan relevansinya dengan apa yang dia (Rudy) perjuangankan,”ujarnya.

Polda NTT telah menetapkan Rudy sebagai tersangka penganiayaan terhadap warga Adora bernama Ismail Paty pada Minggu (9/11). Saat ini Rudy sudah ditahan. (PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini