“Deno Sedang Menekan Kekuatan Mahasiswa”

4
896
Marselinus Gunas dari PP PMKRI

 

Marselinus Gunas dari PP PMKRI
Marselinus Gunas dari PP PMKRI

Floresa.co – Deno Kamelus, Wakil Bupati Manggarai lagi-lagi mendapat kecaman, terkait pernyataannya yang meminta agar Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santo Paulus Ruteng tidak memainkan peran dalam politik.

Marsel Gunas, mantan mahasiswa STKIP yang sekarang menjadi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Republik Indonesia (PMKRI) mengatakan, Deno harus memahami bahwa politik selalu identik dengan upaya untuk mewujudkan kebaikan bersama.

“Semua elemen bangsa, dalam konteks memainkan peran politiknya, dituntut untuk membawa amanat itu, termasuk mahasiswa”, kata Marsel kepada Floresa.co, Minggu (9/11/2014).

“Melarang mahasiswa berpolitik tidaklah beda dengan upaya menekan mahasiswa untuk mewujudkan kemaslahatan bersama”, lanjutnya.

Di Manggarai, kata Marsel, fenomena melarang mahasiswa terlibat dalam politik memang sering terjadi.

“Mahasiswa dan pelajar atau pemuda benar-benar dikerangkeng idealismenya agar tidak memainkan peran politik”, kata Marsel.

Mahasiswa, jelasnya, hanya ditempatkan sebagai kelompok yang mengail ilmu di lembaga pendidikan tinggi dan tidak boleh beraktivitas lain selain kuliah.

“Padahal, sejarah bangsa ini telah secara gamblang mengungkapkan peran politik mahasiswa”, katanya.

Pernyataan Deno, kata dia, mencerminkan sikap yang membatasi ruang gerak mahasiswa untuk terjun ke dunia politik atau menjadi politisi lokal.

“Padahal, seharusnya, STKIP bisa dimanfaatkan sebagai tempat persemaian kader-kader politisi lokal yang bakal memimpin Manggarai dengan kapasitas yang memungkinkan”, katanya.

Apa yang disampaikan Deno, jelas dia, bisa dibenarkan hanya jika STKIP Ruteng sedang melakukan upaya-upaya black campaign atau politik SARA yang dapat memecah belah, menyambut Pilkada Manggarai tahun depan.

Sebagaimana diberitakan Floresa.co sebelumnya, saat memberi sambutan pada acara wisuda 1.034 lulusan STKIP, Sabtu (8/11/2014), Deno menegaskan, dalam rangka mempertahankan perguruan tinggi yang kredibel, STKIP Ruteng menjalankan amanah UU nomor 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi.

Dalam UU tersebut, jelasnya, perguruan tinggi wajib menjalankan fungsinya, yakni, pendidikan, penelitian dan pengabdian.

“Tidak boleh memainkan peran politik di kampus ini. Sebab, itu di luar amanah UU tersebut,” kata Deno, tanpa menjelaskan lebih detail peran politik apa yang ia maksud. (ARL/Floresa)

Advertisement

4 Komentar

  1. Klo kita lihat secara cermat sebetulnya larangan dari pa Deno itu merupakan salah satu strategi agar pemerintah lolos dari perhatian publik ketika salah mengurus bangsa dan negara ini… karena kampus itu sendiri ialah salah satu sumber ancaman terbesar bagi pemerintah yang nakal. Jadi tidak usa gubris saja,,, Mahasiswa STKIP tetap menjalankan fungsinya sebagai pengontrol jalanya roda pemerintahan…

  2. Padahal dalam bentangan sejarah negeri ini, mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan. Pendidikan politik menjadi penting bagi mahasiswa sebagai upaya penyampaian (penanaman) nilai-nilai pengetahuan dan ideologi warganegara mengenai bagaimana diberlakukannya system, dan kebijakan Negara termasuk hal yang dirumuskan oleh kebijakan dan demokrasi politik. Pengetahuan ini penting untuk dimiliki mahasiswa guna untuk mengenali hak-haknya dalam upaya berpartisipasi menegakkan keadilan dan demokrasi. Dengaan demikian, pendidikan politik menjadi tanggung jawab bagi perguruan tinggi . Kita perlu menengkok kembali dalam sejarah, dasar perubahan khususnya pada dunia politik hampir selalu dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa terbukti mampu menjadi pelopor dalam sejarah Bangsa. Contohnya peran mahasiswa dengan kemahirannya dalam menjalankan fungsi sebagai kelompok penggagas perubahan, mahasiswa telah berhasil melumpuhkan rezim orde baru dan membawa Indonesia ke dalam suatu era yang saat ini sedang bergulir, yakni era reformasi. Dari Statement pak Deno akan berdampak pada Kehilagan Indentitas dan jati diri bangsa. Saya tidak setuju!!. Sebagai Mahasiswa kita harus ikut andil dalam persoalan ini , terutama menyangkut persoalan bangsa.

  3. Kraeng Ancyk , Hal seperti itu, Harus di tegakkan.. Sbg mahasiswa kita harus kritis dengan ungkapan2 yang akan berdampak pada pendidikan yang sesat.

  4. suatu sindiran terhadap kawan2 mahasiswa STKIP yang sangat melempem terhadap segala gejolak kampus dan sekitarnya. kebanyakan mahasiswa STKIP menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang- kuliah pulang).

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini