P4F: Gubernur NTT Penghambat Pembentukan Provinsi Flores

1
3056
Gubernur NTT Frans Lebu Raya
Gubernur Frans Lebu Raya
Gubernur Frans Lebu Raya

Floresa.co – Sekertaris Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Flores (P4F) Adrianus Jehamat menyebut Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebagai penghambat pembentukan Provinsi Flores.

Hal itu ia tegaskan pada sebuah postingan di Grup Facebook “Wacana Pembentukan Provinsi Flores”, hari ini, Jumat (7/11/2014). Dalam postingan tersebut, Adrianus juga melampirkan foto berita di Harian Pos Kupang, berjudul “Saya Tetap Memperjuangkan Provinsi Kepulauan”, di mana di dalam artikel tersebut diungkapkan komitmen Lebu Raya untuk mendorong pembentukan Provinsi Kepulauan NTT.

“Sikap Gubernur Ntt yg melekat sebagai Ketua PDI Perjuangan NTT, sekaligus melekat pula sebagai Ketua Pemuda Katolik NTT saat ini, kian jelas terbaca.”, tulis Jehamat.

Ia melanjutkan, “Gubernur Ntt untuk saat ini ternyata lebih bertekat untuk kembali melanjutkan upaya ke-7 gubernur termasuk dirinya akan Provinsi Kepulauan hingga mendapat pengakuan ‘Jakarta’ dlm bentuk UU PK, sebagaimana dilansir H.U. Pos Kupang, edisi 6 Oktober 2014, halaman 5, ketimbang MEMEKARKAN PROVINSI NTT menuju terbentuknya Provinsi Flores.”

Ia menjelaskan, apa yang mereka lakukan saat ini merupakan upaya menghidupkan kembali perjuangan pembentukan Provinsi Flores yang telah dimulai sejak tahun 1956. Namun, ia kecewa pada sikap Lebu Raya dan menyebutnya sebagai orang yang mengharamkan pembentukan Provinsi Flores.

“Dengan demikian, persoalan utama mengapa Flores seakan ‘haram hukumnya’ untuk sekedar menjadi salah satu wilayah administratif pemerintahan provinsi di Indonesia, yg oleh banyak pihak dinilai sulit jadi provinsi lantaran ‘ego wilayah’ antar kabupaten di Flores , telah bergeser…..!!!”

Kata Jehamat, “Kini Flores ‘haram’ jadi provinsi, bukan karena ego wilayah soal lokasi calon ibukota provinsi, melainkan ……karena….. GUBERNUR NTT DUA PERIODE ASAL ADONARA – FLORES TIMUR, LEBIH TERTARIK MEMPERJUANGKAN PROVINSI NTT KEPULAUAN…!!!”

Postingan Jehamat mendapat respon dari sejumlah Facebooker.  Pemilik akun Yohanes Laju Syukur menyebut, pernyataan Lebu Raya tidak perlu dihiraukan.

 Mengapa kita harus selalu menunggu cekok dari Gub soal upaya untuk memperjuangkan pemekaran prov.flores, karena sinergitas kita terhadap Gub cuma legitimasi saja, tidak kurang tidak lebih’ jangan sampai Gub ingin berperan sebagai paklawan kesiangan yang syarat akan pencitrraan’ sedangkan perjuangan kakanda P4F dilapangan hanya dipandang sebagai instrumen pencitraan Gub.”, tulisnya.

Menjawab Yohanes, Jehamat mengatakan, Entahlah Rekan Yohanes Laju Syukur. Yg pasti bahwa beliau pernah bilang saat sy temui kesekian kalinya di Kupang agar ‘gerakan P4F jangan terlalu kencang. Tapi tak boleh terhenti, DIATUR LANGGAMNYA’…. Sy tdk tau maksudnya apa ?”

Sementara itu, Gusty Biki memberi pesan agar P4F tidak boleh menyerah, “ Jgn putus asa para pejuang2 P4F, kami sllu mendukung perjuangan teman2 smua.. Niat baik akan di imbangi dgn hasil yang baik pula., semangat, semangat & semangat..(ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. Semangat P4F,,,mungkin nanti suatu saat akan mendiskusikan hal ini di Jogja bersama beberapa sesepuh NTT yang mendukung pembentukan Provinsi Flores, sekaligus membangun tekanan sosial terhadap Gubernur NTT yang tidak ingin memuluskan perjuangan ini.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini