Formappi: Kisruh DPR RI Tidak Menular Ke DPRD

0
797
Lucius Karus
Lucius Karus
Lucius Karus

Floresa – Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemantau Parlemen (Formappi) Lucius Karus menilai konflik yang terjadi di DPR antara dua kubu yakni KMP Versus KIH tak mempunyai pengaruh atau dampak langsung pada DPRD. Menurutnya, DPR dan DPRD tak punya hubungan hirarkis, sehingga posisi DPRD tidak berada di bawah kekuasaan DPR RI.

“Hal lain yang membuat konflik DPR tidak menular ke DPRD karena kepentingan yang menjadi pemicu konflik itu hanya terkait dengan DPR saja. Faktor pemicu konflik DPR sebagaimana disampaikan selama ini adalah “will to power” atau nafsu ingin berkuasa,”ujar Lucius saat dihubungi oleh wartawan Floresa.co pada Jumat (7/11).

Lucius beranggapan manifestasi keinginan ini muncul pada koalisi yang menjadi kekuatan baru di parlemen. Nafsu berkuasa dari dua koalisi yang ada di DPR mengakibatkan sulitnya mencari titik temu untuk mengakhiri pertikaian.

“Nafsu untuk berkuasa ini sesungguhnya menjadi milik semua orang yang membaptis dirinya sebagai politisi. Walaupun ekspresinya beragam, tetapi dorongan untuk mengejar kekuasaan itu sangat menonjol sebagai motivasi seseorang yang menjadi politisi,”tutur putra kelahiran Manggarai, Flores, NTT ini.

Dalam arti tertentu, lanjutnya, DPRD juga mengalami fase perebutan kursi kekuasaan di awal masa tugas mereka. Walaupun karena alasan tertentu, katanya, perebutan yang terjadi di DPRD tidak berujung konflik terbuka seperti di DPR saat ini.

“Saya kira di DPRD dengan jumlah orang yang lebih sedikit dari DPR, komunikasi antar anggota pun fraksi bisa berjalan dengan lebih baik. Kepentingan DPRD juga berbeda dengan DPR dalam merebut kursi kekuasaan di parlemen,”tandas Lucius.

Dia pun menjelaskan, DPR merupakan institusi yang sangat menentukan dalam konteks tata pemerintahan nasional. Pengaruh DPR mencakup seluruh bangsa, sementara DPRD hanya terkait daerahnya. Besarnya lingkup pengaruh DPR membuat tarik-menarik kepentingan sangat tinggi dan dahsyat. Kepentingan itu dalam banyak hal berbeda sangat tajam antara partai yang satu dengan yang lainnya. Sehingga memang agak ruwet untuk mendamaikan.

“Itulah yang kini melarutkan DPR dalam konflik berkepanjangan antara dua koalisi,”tuturnya.

Faktor Lain Yang Mempengaruhi 

Lucius juga menilai ada faktor lain yang mempengaruhi kisruh DPR tidak berlanjut ke daerah, di antaranya masalah waktu dan jumlah partai yang mengisi DPRD tidak selalu sama dengan DPR. Terkait waktu, perebutan pimpinan di DPRD terjadi sebelum perebutan pimpinan DPR. melakukannya.

“Emosi yang bisa menular dari DPR hampir pasti tak menyebar dan mempengaruhi DPRD karena perebutan kursi pimpinan sudah terlangsung,”ujarnya.

Jumlah partai yang mengisi DPRD, menurutnya, tidak selalu sama dengan DPR. Pemberlakuan Parliamentary Treshold hanya di tingkat DPR membuat partai-partai di DPRD jumlahnya bervariasi.

“Jadi partai yang tidak punya wakil di DPR karena gagal memenuhi PT, bisa saja mempunyai wakil di DPRD tertentu. Kompoisisi partai penghuni DPR dan DPRD ini juga yang kemudian membuat suasana antara DPR dan DPRD tidak serentak mempengaruhi DPRD,”pungkasnya. (TIN/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini