Didemo Mahasiswa, Gubernur NTT Kabur

4
1985
Detik-detik saat Gubernur NTT Frans Lebu Raya kabur dari kantor berhasil direkam kamera anggota Formaya. Ia memilih lari dari kesempatan untuk bertemu mahasiswa yang hendak beraudiensi terkait masalah privatisasi Pantai Pede. (Foto: dok. Formaya)
Detik-detik saat Gubernur NTT Frans Lebu Raya kabur dari kantor berhasil direkam kamera anggota Formaya. Ia memilih lari dari kesempatan untuk bertemu mahasiswa yang hendak beraudiensi terkait masalah privatisasi Pantai Pede. (Foto: dok. Formaya)
Detik-detik saat Gubernur NTT Frans Lebu Raya (dalam mobil) kabur dari kantornya berhasil direkam kamera anggota Formaya. Ia memilih lari dari kesempatan untuk bertemu mahasiswa yang hendak beraudiensi terkait masalah privatisasi Pantai Pede. (Foto: dok. Formaya)

Floresa.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya memilih kabur dari kantornya ketika hendak ditemui oleh perwakilan mahasiswa di Kupang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Manggarai Raya (Formaya).

Padahal, Formaya yang menggelar aksi demonstrasi di kantor gubernur pada Kamis (6/11/2014), ingin sekali beraudiensi dengan Lebu Raya, untuk menyatakan sikap menolak privatisasi Pantai Pede di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Boni Jehadin, Ketua Formaya menyatakan kepada Floresa.co, awalny, setelah tim lobi dari mahasiswa melakukan negosiasi dengan staf Lebu Raya, akhirnya diminta mengutus 10 orang wakil.

“Mahasiswa kemudian masuk ke dalam ruangan. Tampak juga telah dipersiapkan kursi khusus yang di depan mejanya tertulis papan Gubernur NTT”, kata Boni.

“Namun setelah mahasiswa dipersilakan duduk, tiba-tiba Kasat Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP), John Hawula masuk ke dalam ruangan dan membuka dialog,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, saat itu, Adrianus Gandung, kordinator aksi mempertanyakan status John sebagai Kasat Pol PP dan hubungannya dengan kebijakan investasi di Pantai Pede.

“Selain Ardi, Dedi Sirgius (anggota Formaya-red) juga mempertanyakan peran dan status John yang sama sekali tidak sesuai dengan tupoksinya sebagai Kasat Pol PP”, kata Boni.

Ia mengatakan, suasana menjadi riuh dan beberapa mahasiswa mendesak agar pertemuan dibatalkan.

Mereka pun sangat kecewa karena kemudian mendapat kabar dari teman-teman lain, Lebu Raya sudah tidak ada di tempat.

Kata Boni, anggota Formaya yang menyaksikan detik-detik kaburnya Lebu Raya bercerita, raut muka Lebu Raya tampak ketakutan dan terburu-buru saat berlari menuju mobil dengan plat DH 1.

“Ia dikawal ketat oleh Satpol PP dan beberapa stafnya”, katanya.

Sebagaimana diberitakan, Lebu Raya sudah menandatangani MoU dengan PT PT. Sarana Investama Manggabar terkait penyerahan hak pengelolahan kawasan Pantai Pede.

PT Sarana Investama Manggabar, yang diduga milik Ketua DPR RI Setya Novanto, berencana membangun hotel berbintang di atas kawasan tersebut. (TIN/ARL/Floresa)

Advertisement

4 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini