Viktor Slamet: Pilkada Langsung atau Tidak Langsung Tidak Pengaruhi Niat Saya Jadi Bupati

0
702
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese
Viktor Slamet, calon bupati Manggarai dalam salah satu kunjungan ke wilayah Kecamatan Satar Mese

Jakarta – Salah satu Bakal Calon Bupati Manggarai Viktor Slamet mengakui tidak mengurung niatnya untuk maju sebagai Bupati Manggarai meskipun mekanisme Pilkada belum pasti. Menurutnya, apapun sistem pemilunya, apakah langsung atau tidak langsung, dia tetap maju.

“Pilkada langsung atau tidak langsung, hal itu tidak mengurangi niat untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin Manggarai,”ujar Viktor saat dihubungi Floresa pada Senin (3/11/2014) malam.

Sebagaimana diketahui UU Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) telah mengamanatkan Pilkada dilakukan melalui DPRD. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum akhir jabatannya, menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti (Perppu) UU Pilkada Nomor 1 tahun 2014. Perppu ini kembali mengamanatkan Pilkada dilakukan secara langsung.

Perppu ini akan diuji oleh DPR pada awal tahun 2015. Jika disetujui oleh mayoritas DPR, maka Pilkada akan tetap dilakukan secara langsung. Jika tidak, maka Pilkada akan dilakukan melalui DPRD sebagaimana telah ditetapkan UU Pilkada.

Viktor menegaskan bahwa dirinya siap menerima sistem Pilkada apapun yang berlaku. Menurutnya, Pilkada langsung dan tidak langsung sangat bergantung pada dinamika politik yang ada.

“Kita perlu bersabar dan menunggu sistem mana yang pasti berlaku. Hal itu tergantung dinamika politik di parlemen,”kata Viktor yang akan berpasangan dengan calon wakil bupati Sil Baeng.

Secara pribadi, dia lebih memilih Pilkada dilakukan secara langsung. Namun, jika diputuskan nanti Pilkada dilakukan secara tidak langsung atau melalui DPRD, Viktor siap menerima dan menghormati putusan tersebut.

“Kita hormati putusan pemerintah dan parlemen karena putusan tersebut berlaku di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Pejabat di Kementerian Pertanian ini juga mengungkapkan bahwa dirinya tetap membangun komunikasi politik dengan jaringan tingkat lokal dan konstituen di Manggarai.

“Saya tetap melakukan kampanye seperti biasa. Jika Pilkada dilakukan secara langsung, maka saya tetap terapkan plan A. Jika Pilkada dilakukan melalui DPRD, maka saya terapkan plan B,” tuturnya.

“Tetapi bagaimana isi plan A dan plan B, tentu saya tidak bisa sampaikan di sini supaya tidak diketahui kompetitor saya,” lanjutnya sambil tertawa. (TIN/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini