Bupati Yosep Tote

 

Bupati Yosep Tote
Bupati Yosep Tote

Floresa.co – Pernyataan Bupati dan Wakil Bupati (Wabub) Manggarai Timur, NTT yang meminta warga Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan dengan perusahan tambang PT Aditya Bumi Pertambangan mendapat kritikan.

Bupati Yosep Tote dan Wabu  Andreas Agas dinilai ingin lepas dari tanggung jawab. (Baca: Bupati Tote Desak Warga Tumbak Selesaikan Konflik Lewat Jalur Adat)

Pastor Alsis Goa Wonga OFM, Kordinator JPIC-OFM untuk Flores bahkan menyebut solusi yang mereka tawaran sangat tidak cerdas dan memperuncing persoalan.

“Sebenarnya Yosep Tote sedang menggulirkan bola panas konflik dan kekacauan di tengah masyarakat lingkar tambang”, katanya kepada Floresa, Rabu (8/10/2014).

Ia menjelaskan tidak setuju bila menyerahkan penyelesaian kasus konflik di Tumbak ke lembaga adat.

“Karena konflik di Tumbak bukan pada kepemilikan tanah ulayat tetapi akibat kebijakan bupati berkaitan dengan aktivitas pertambangan”, katanya.

Ia menegaskan, selama ini di Tumbak tidak ada konflik terbuka antarwarga tetapi pro dan kontra atas aktivitas pertambangan PT Aditya yang mencaplok tanah ulayat masyarakat Tumbak.

“Karena itu agak aneh dengan anjuran bupati yang menunggu penyelesaian konflik oleh lembaga adat”, kata dia.

“Bupati yang sebenarnya harus memberikan solusi dengan mencabut IUP yang telah dia kekuarkan.  Karena akar persoalan Tumbak adalah IUP, maka solusinya IUP PT Aditya harus dicabut”, jelasnya.