BerandaPERISTIWAPemuda Manggarai Raya Akan...

Pemuda Manggarai Raya Akan Gelar Kongres di Ruteng

kongres pemudaFloresa.co – Sebuah terobosan sedang digalakkan oleh para pemuda dari Manggarai Raya – sebutan untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.

Pada 13-15 Agustus 2014 mendatang, mereka akan menggelar sebuah kongres di Ruteng, yang mereka sebut Kongres Pemuda Manggarai Raya.

“Kongres ini bertujuan mempertemukan berbagai elemen Orang Muda Manggarai Raya dalam sebuah ruang bersama yang setara, terbuka dan visioner untuk saling mendengarkan, membicarakan tantangan Manggarai Raya masa ini dan merumuskan cita-cita serta komitmen bersama akan Manggarai masa depan”, demikian penjelasan dalam kerangka acuan kongres ini yang dikutip Floresa, Minggu (20/7/2014).

Dalam kongres ini, dimana orang muda Manggarai Raya saling mendengarkan merupakan bagian dari upaya mencari solusi bersama terhadap persoalan-persoalan akut, seperti kemiskinan kolektif, ketidakberdayaan ekonomi, krisis budaya, distorsi demokrasi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Akhir dari kongres ini diharapkan bisa merumuskan sebuah scenario Manggarai Raya Baru 2050 Versi Orang Muda.

Kongres ini akan membatasi diri pada perumusan serba umum atas cita-cita/komitmen/mimpi bersama. Tidak menjadi target dari kongres ini kesepakatan mengenai agenda kerja, organisasi dan tindak lanjut konkret.

Kendati demikian, kongres ini diharapkan sebagai peletak dasar bagi kerja-kerja konkret oleh berbagai elemen di masa mendatang.

Hingga kini, sejumlah diskusi, rapat persiapan dan pemantapan tim panitia sudah dilakukan, baik di Labuan Bajo maupun di Ruteng.

Siapa yang Terlibat

Peserta inti dari kongres ini ditargetkan diikuti oleh 200 orang muda, laki-laki dan perempuan dari seluruh Manggarai Raya, baik yang berdomisili tetap di Manggarai Raya sendiri, maupun dari kota-kota utama di seluruh Indonesia dan di luar negeri.

Peserta hadir sebagai pribadi, sebagai ‘Anak Tanah’ yang peduli dan mau bangkit mengurus kepentingan publik, tidak hadir dengan membawa jabatan dan status sosial, politik, ekonomi, dan budaya mereka. Juga, peserta hadir atas nama pribadi, tidak secara resmi mewakili organisasi atau lembaga mereka.

Siapa yang disebut sebagai orang muda muda? Panitia menetapkan batasan demikian: Semua orang dari berbagai usia yang memiliki semangat baru membangun Manggarai Raya.

Salah satu rapat persiapan kongres yang digelar para pemuda di Ruteng
Salah satu rapat persiapan kongres yang digelar para pemuda di Ruteng

Dalam kongres ini, para pejabat birokrasi dan politisi juga boleh terlibat, tapi mereka tidak dapat hadir sebagai pejabat birokrasi dan politik. Mereka hadir sebagai peserta, dengan hak, kewajiban dan perlakuan yang sama dengan peserta lain.

Hal ini juga berlaku untuk pemimpin agama. Mereka akan diperlakuan sama dengan peserta lain.

Kongres ini juga mengharapkan parsipiasi kaum perempuan, karena itu, panitia merasa perlu mendekati sejumlah pegiat perempuan dan meminta mereka secara khusus untuk memobilisasi peserta perempuan.

Karena para peserta memiliki hak yang sama, maka mereka akan memiliki hak suara selama kongres. Hak suara itu akan dipakai untuk memaparkan materi gagasan tentang solusi membangun Manggarai Raya.

Karena itulah, panitia meminta peserta menyiapkan materi kongres berupa tulisan maksimal dua halaman atau rekaman suara maksimal tiga menit.

Materi-materi itu diharapkan bisa menjawab tiga pertanyaan kunci. Pertama, Apa inti masalah Manggarai Raya saat ini? Kedua, Seperti apa Manggarai Raya masa depan kalau masalah itu tidak diatasi? Ketiga, Seperti apa Manggarai masa depan yang dicita-citakan, dan untuk itu apa yang harus kita pikirkan/lakukan sebagai orang muda?

Hanya peserta yang memasukkan materi, yang dapat menjadi peserta kongres. Kongres ini tidak mengundang narasumber dari manapun. Para peserta sendirilah narasumber kongres. Materi diserahkan pada tim sekretariat pada saat pendaftaran.

Para peserta juga diminta memberi kontribusi untuk pendanaan selama kongres. Dana itu, akan dialokasikan untuk konsumsi, baik berupa uang atau materi lain.

Sumbangan-sumbangan dari pihak tertentu dapat diterima dengan syarat, antara lain tidak mengikat, tidak mempengaruhi independensi dan sikap kritis orang muda, dikelola dan dipertanggungjawabkan secara transparan dan berasal dari uang bersih, bukan uang kotor hasil korupsi dan eksploitasi alam, bukan juga dana kampanye para calon bupati.

Panitia memenang prinsip, “Kongres ini dari kita, oleh kita, untuk kita. Kita-lah yang membiayai kongres ini.”

Format Acara

Terdapat empat acara inti yang akan dialui. Pertama, para pemuda saling mendengar. Mereka akan dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai dengan tema tulisan/rekaman masing-masing, antara lain kelompok kerja sosial politik, kelompok kerja sosial ekonomi, kelompok kerja sosial budaya dan kelompok kerja spesifik: pendidikan, lingkungan hidup, dll. Dalam kelompok-kelompok ini, orang muda saling mendengarakan pergumulan dan harapan masing-masing.

Kedua, orang muda bicara mengenai Manggarai Raya masa depan. Pada tahap ini para peserta merumuskan“Skenario Manggarai Raya Masa Depan menurut Orang Muda”, baik untuk bidang politik, bidang ekonomi maupun bidang Kebudayaan. Pertanyaan inti yang digumuli adalah: 1) Kalau semuanya tetap seperti sekarang ini, Manggarai Raya macam apa yang kita miliki di tahun 2050? Inilah Skenario Manggarai Raya Lama. 2) Lantas, Manggarai Baru macam apa yang kita harapkan kita miliki di tahun 2050? Inilah Skenario Manggarai Raya Baru. 3) Apa yang Orang Muda seharusnya lakukan sekarang ini, demi skenario Manggarai Baru 2050?

Ketiga, orang muda merumuskan Sumpah Orang Muda, yang berisi perumusan cita-cita/komitmen dalam mewujudkan Manggarai Raya masa depan.

Keempat, orang muda Manggarai Raya menyatakan diri lewat ekspresi seni kritis, mimbar Orang Muda. Acara puncak kongres akan diisi dengan penyataan Sumpah Orang Muda Manggarai Raya.

Anda orang muda dari Manggarai Raya dan ingin terlibat dalam kegiatan ini? Silahkan kontak Yani Rewos (Manggarai) 08121849849, Silvester Harsidi (Mabar) 082147686300 dan Markus Makur (Manggarai Timur) 081337991877.

PUBLIKASI TERKINI

Baca Juga

Wawancara Suster Virgula SSpS: “Percaya Sepenuhnya Kepada Tuhan”

Floresa.co - Nama Sr Virgula Schmitt SSpS (87) sangat akrab bagi...

KPK Tantang Gereja Katolik Audit Keuangan

Floresa.co - Seorang anggota senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menantang Gereja Katolik...

Begini Cara Buat Kandang Babi Sederhana, Tapi Bebas Bau dan Lalat

Floresa.co - Sebagian besar keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memelihara babi....

Babi Makin Tambun, Dompet Anda pun Bertambah Tebal

Floresa.co - Selain kandang, aspek yang tak kalah penting ketika memelihara babi...

Warga dan BPO-LBF dalam Polemik Bowosie: Hidup Rentan di Moncong Negara

"Membaca kasus Racang Buka, kita dapat menarik benang merah antara dominasi negara neoliberal dan penghancuran ruang hidup warga. Maraknya investasi sektor privat menunjukkan bahwa negara tidak lagi menjadi wadah penjamin kesejahteraan, tetapi malah menjadi racun bagi hidup warganya."

“Anak-anak Kami Lapar,” Keluh Petani di Manggarai Barat yang Terancam Gagal Tanam Karena Bendungan Rusak

Bendungan Wae Cebong merupakan sumber air bagi irigasi untuk ratusan hektar sawah di area Persawahan Satar Walang, milik warga Desa Compong Longgo, desa yang berjarak 14 kilometer ke arah selatan dari Labuan Bajo.

Mengolah Kemiri Agar Harganya Selangit

Oleh: F RAHARDI Provinsi Nusa Tenggara Timur,khususnya Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor...

“Pak Jokowi, Bunuh Saja Kami,” Protes Warga Labuan Bajo yang Kembali Hadang Penggusuran Lahan oleh BPO-LBF

"Kami tidak sedang berdemontrasi, tetapi (sedang) pertahankan tanah kami," kata warga.