Lebih dari 50 Persen Desa di Ende Belum Punya Bidan

0
235
dr Yayik Prawitra Gati
dr Yayik Prawitra Gati

Floresa.co – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Ende, dr Yayik Prawitra Gati mengatakan, sebanyak 162 desa dari total 255 desa di kabupaten itu belum memiliki bidan desa.

“Kalau sesuai dengan hitungan kami masih sekitar 50 persen desa di Kabupaten Ende yang belum terisi dengan tenaga bidan desa,”kata dr Yayik sebagaimana dilansir Pos Kupang, Jumat (18/7/2014).

Menurutnya, idealnya sesuai dengan standar pelayanan kesehatan semestinya satu desa harus dilayani oleh satu tenaga bidan.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga para medis terutama di desa-desa maka pihaknya berusaha menempatkan para bidan desa di dua atau tiga desa-desa yang berdekatan sehingga bisa melayani untuk beberapa desa.

“Idealnya satu desa satu bidan namun karena keberadaan tenaga bidan yang terbatas maka satu bidan desa bisa melayani dua atau tiga desa yang berdekatan,”kata dr Yayik.

Sedangkan tenaga medis berupa dokter, dr Yayik mengatakan untuk saat ini tenaga dokter di semua Puskesmas rata-rata terpenuhi dengan kehadiran dokter pegawai tidak tetap (PTT) namun untuk jangka panjang sebenarnya masih kurang.

“Kita tidak tahu sampai kapan program penempatan dokter PTT di daerah terus  berlangsung karena kalau terus berlangsung tentu disyukuri karena setidaknya bisa memenuhi kebutuhan tenaga dokter di Puskesmas namun apabila dihentikan tentu kita akan mengalami kekurangan tenaga dokter di hampir semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Ende,”kata dr Yayik.

Terkait dengan kebutuhan akan tenaga dokter, dr Yayik mengharapkan agar warga masyarakat Kabupaten Ende sendiri berupaya membawa anak-anak mereka bersekolah menjadi dokter sehingga dengan demikian di masa mendatang tenaga dokter di daerah tersebut bisa terpenuhi oleh putra-putri daerah sendiri tanpa harus bergantung kepada pemerintah pusat.

“Kita tentu tidak hanya berkomentar kekurangan tenaga dokter sementara kita sendiri tidak pernah mengirimkan anak-anak untuk bersekolah menjadi dokter,”ujarnya.

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini