Pius Lustrilanang, Anggota DPR Gerindra Dapil NTT 1 Beri Sinyal Kemenangan Jokowi-JK

0
468
Pius Lustrilanang
Pius Lustrilanang
Pius Lustrilanang

Floresa.co – Pius Lustrilanang, salah satu anggota DPR RI dari Partai Gerindra yang melaju ke Senayan dari Dapil NTT 1 (Flores, Lembata Alor) memberi sinyal kuat terkait pengakuan akan kemenangan Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam Pilpres 9 Juli lalu.

Ia menyatakan hal itu dalam sebuah catatan yang diunggah ke akun Facebook-nya hari ini, Kamis (17/7/2014).

Pernyataan Pius yang juga anggota tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, merespon  proses rekapitulasi suara yang sudah selesai pada tingkat kabupaten.

Pius mengaku mencoba menghitung data DB1 dari kabupaten/kota yang diunggah di situs KPU. Hasilnya, kata Pius, tidak jauh beda dengan hasil yang ditayangkan di situswww.kawalpemilu.org.

Sebagaimana data di situs www.kawalpemilu.org, hingga pukul 10.20 WIB, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 47.17 suara dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebesar 52.82 persen.

Berikut isi lengkap pernyataan Pius dalam akun Facebooknya.

“BEROPOSISI SAMA TERHORMATNYA DENGAN MEMERINTAH

Dengan selesainya pleno rekapitulasi suara di tingkat kecamatan (15/7/2014) dan dimulainya rekapitulasi di tingkat Kabupaten sejak (16/7/2014), pemenang pilpres sudah diketahui publik. Saya mencoba menghitung data DB1 yang sudah di-upload di Website KPU, ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan hasil yang ditayangkan di situswww.kawalpemilu.org. 

Salam hormat saya buat siapapun yang sudah mendedikasikan dirinya buat mengawal pemilu sehingga berjalan jujur dan adil. Siapapun presidennya, yang menang adalah demokrasi yang telah kita pilih dan perjuangkan. Demokrasi adalah alat sekaligus tujuan. Keyakinan saya terhadap demokrasi tidak akan pernah berubah.

Saya berharap sistem demokrasi kita semakin matang. Semoga demokrasi bisa mendatangkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita rajut lagi persatuan dan kesatuan bangsa. Semoga rakyat tidak perlu menyaksikan akrobat politik dagang sapi. Untuk harapan yang terakhir, saya agak pesimis.

Hormat selanjutnya saya berikan buat partai yang lapang dada menerima kekalahan dan siap beroposisi. Oposisi bagi mereka yang kalah, adalah sikap yang sama terhormatnya dengan kesiapan memerintah bagi yang menang. Apapun pilihan yang diambil akan menentukan peta politik Indonesia ke depan. 

Semoga elit parpol bisa melihat kepentingan politik jangka panjang, bukan sekedar keinginan untuk berkuasa. Demokrasi memerlukan juga check and ballance. Ke depan, saya ramalkan hanya akan ada dua kekuatan politik besar: dua koalisi besar partai. Sebuah proses penyederhanaan parpol secara alamiah.”

Sekitar satu jam kemudian, Pius kembali menuliskan status.

“Mereka yang dilahirkan sebagai ksatria, akan mati secara kesatria. Bertempurlah habis-habisan sehingga kemenangan tidak akan memabukkanmu dan kekalahan tidak akan merendahkanmu.

Tak berapa lama kemudian, ia menulis lagi.

Komandanku adalah Prabowo Subianto. Apapun yang diputuskannya aku akan ikut. Dalam hal ini, Bhisma adalah panutanku.

Namun, dalam status selanjutnya, Pius menyatakan pertandingan belumlah selesai.

“DB1 masih proses Upload. Masih tersedia kemungkinan bahwa Prabowo menang tipis. Yang penting, di pihak kita, kita berulang kali menyatakan siap kalah dan siap beroposisi. Bagaimana di pihak sebelah sana?” tulis Pius.

Terakhir, ia mengaku ingin sekali saja mendengar dari kubu Jokowi-JK kesediaan untuk beroposisi jika kalah.

“Kesediaan untuk menerima kekalahan sebagai sebuah resiko wajar dari sebuah pertandingan. Mengapa tidak pernah ada? Mengapa sikap ksatria hanya muncul dari pihak Prabowo?,” kata Pius.

Di status terakhir ini, seorang teman Facebooknya berkomentar sinis.

Wkwkwk jangan suka berburuk sangka sama orang lain apalagi ngomongnya kayak gituuuu…!!! Unsurnya jadi fitnah “Selamat atas tim garuda merah di Sampang Madura” Selamat selamat selamat semoga diikuti di tempat lain kemenangannya…???

Teman lainnya berkomentar demikian.

Orang Indonesia yang jujur juga udah tahu kubu siapa yang lebih bisa “nrimo” tanpa harus koar-koar seperti anda. Jangan tipu hati….

Pantauan Floresa, teman-teman yang mengomentari status Pius, mayoritas menginginkan agar politisi Gerindra ini ikhlas menerima kemenangan Jokowi-JK.

 

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini