Pemkab Matim Didesak Lanjutkan Pembangunan Jembatan yang Telantar Selama 8 Tahun

1
318

Benteng Jawa, Floresa.co – Warga Kampung Lompong, Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah melanjutkan pengerjaan Jembatan Wae Laing yang telantar selama 8 tahun.

Pasalnya, jembatan  yang menghubungkan jalur transportasi Benteng Jawa menuju wilayah Lamba Leda Timur ini sudah dirintis fundasinya pada tahun 2006 silam.

Kala itu, Manggarai dan Manggarai Timur masih menjadi satu kabupaten. Pembangunan jembatan tersebut dilakukan pada periode pertama pemerintah Bupati Manggarai Christian Rotok.

Fransiskus Sabin, warga Kampung Lompong mengatakan kepada Floresa, Rabu pagi (14/7/2014), jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga untuk melintas saat musim hujan.

Kata dia, sungai Wae Laing sangat besar dan apabila terjadi banjir pada musim hujan, warga tidak bisa lagi menyeberang.

“Beberapa warga di sini kebunnya ada di seberang sungai. Kalau musim hujan hasil panen terpaksa harus disimpan di kebun, menanti banjir surut,” ujar Sabin.

Menurut penuturan warga, Pemerintah Manggarai Timur pernah berjanji akan melanjutkan pembangunan jembatan tersebut pada awal tahun ini.

Namun, hingga kini janji itu belum direalisasikan.

Pantauan Floresa, dua fundasi utama jembatan tersebut yang tingginya kurang lebih tujuh meter sudah berdiri. Kini, kondisinya diselimuti lumut tebal dan mulai keropos. Floresa berusaha menghubung pihak Pemkab Manggarai Timur. Namun, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini