Penambak Ikan Minta Bantuan Pemkab Manggarai

0
420
Sirilus Andara, penambak ikan saat berada di lokasi tambak miliknya, (Minggu (13/7/14) (Foto: Floresa/Ardy Abba)
Sirilus Andara, penambak ikan saat berada di lokasi tambak miliknya, (Minggu (13/7/14) (Foto: Floresa/Ardy Abba)
Sirilus Andara, penambak ikan saat berada di lokasi tambak miliknya, (Minggu (13/7/14) (Foto: Floresa/Ardy Abba)

Ruteng, Floresa.co – Sirilus Andara (62), seorang penambak ikan di Jengkalang, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai untuk merenovasi tambak ikan miliknya.

Saat ditemui Floresa, Minggu (13/7/2014), di lokasi tambaknya, ia menyatakan, pada 2012 lalu dirinya pernah mengajukan proposal meminta sumbangan ke pihak Pemkab demi pengembangan usahanya.

Namun, hingga kini proposal untuk lahan tambak ikan setengah hektar tersebut tersebut belum dijawab.

“Itu hari memang pernah datang petugas dari dinas perikanan untuk foto tambak ikan ini. Namun, sampai sekarang belum jelas tindak lanjutnya,” tutur Andara.

Tamba ikan jenis Nila tersebut, katanya, pernah terkena bencana banjir di tahun 2009 yang menyebabkan ikan-ikannya hanyut.

Usaha laki-laki berkaki pincang itu pun gagal panen.

Selain ditepa bencana alam, Andara mengakui, di tahun 2012 setelah rumahnya mengalami bencana kebakaran, ia mulai merintis kembali usaha ikannya untuk memulai kehidupan yang baru.

“Usaha saya ini untuk membiayai anak sekolah. Tiap lima bulan saya bisa panen. Namun dengan keterbatasan, tambak ini saya buat ala kadarnya dan tidak menjamin kalau terjadi banjir lagi,” ungkap ayah 4 orang anak itu.

Ia sangat mengharapkan pemerintah membantunya agar tambak ikan tersebut dibuat  permanen.

Baginya, kaki yang pincang tak menyurutkan semangat dan ketekunan dalam berusaha.

Sebab, beban besar di atas pundaknya sebagai tulang punggung untuk menafkahi keluarga.

Terpisah, Bupati Manggarai Christian Rotok mengatakan, belum ada program untuk bantuan pembangunan kolam air tawar di Kabupaten Manggarai.

Kata dia, yang ada hanya untuk bantuan benih, calon induk dan pakan.

“Sedangkan kolam swadaya, ke depan, akan dikaji peluangnya”, kata Rotok kepada Floresa. (Ardy Abba)

 

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini