Pastor Ajak Ampuni Pelaku Penyerangan Terhadap Umat Katolik yang Sedang Doa Rosario

0
668
Kondisi Julius Felicianus setelah diserang
Kondisi Julius Felicianus setelah diserang
Kondisi Julius Felicianus setelah diserang

Floresa.co – Pihak Keuskupan Agung Semarang menyerukan doa dan pengampunan terhadap para pelaku kekerasan yang menyerang Julius Felicianus, Direktur Galang Press di Sleman, Jogjakarta, Kamis (29/5/2014) malam pekan lalu.

“Bersama para korban kekerasan ini, kami menyerukan pengampunan terhadap para pelaku kekerasan tersebut,” ujar Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Komisis HAK) Keuskupan Agung Semarang Romo Aloysius Budi Purnomo dalam pernyataan tertulis.

Romo Budhenk, sapaan Aloysius Budi Purnomo, menambahkan, “Semoga para pelaku kekerasan dicurahi Roh Kudus dengan pertobatan dan kelemahlembutan, keramahan bukan kemarahan terhadap perbedaan iman dan agama, memiliki sikap hormat terhadap kebebasan beragama dan beribadah.”

Mengingat pertobatan dan pengampunan selalu disertai silih, Romo Budi menyerukan agar pihak aparat dan pejabat terkait menegakkan hukum. Menurutnya, tegakkan keadilan yang benar terhadap pelaku dan tetap melindungi serta mengayomi para korban dan keluarganya dengan rasa aman dan perlindungan.

Romo Budhenk mengaku telah bertemu dengan salah seorang korban, yakni Julius Felicianus Direktur Galang Press dan pemilik rumah di Kompleks perumahan STIE YKPN, Tanjung Sari, Sukoharjo, Ngaglik-Sleman yang menjadi sasaran kekerasan sekelompok massa yang bermotif intoleransi.

Romo Budhenk mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

“Saya sampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi, yang membawa korban terhadap sejumlah umat Katolik termasuk ibu-ibu dan anak, warga Paroki Banteng Yogyakarta. Sejumlah korban, antara lain Saudara Julius dan Saudara Wahid yang masih dirawat di RS Panti Rapih, Yogyakarta,” katanya.

Ia pun mengucapkan berbela rasa dan solidaritas bagi para korban dan keluarga, seraya mendoakan agar para korban kian teguh dalam iman, harapan dan kasih. Tetesan darah para korban telah mengobarkan semangat kemartiran di Tanah Air Indonesia sebagai murid-murid Kristus.

Sebagaimana diberitakan, umat Katolik yang sedang berdoa Rosario di Rumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus di  Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diserang, dianiaya dan dibubarkan oleh sekelompok orang berjubah.

Julius juga dikeroyok gerombolan orang tak dikenal itu. Penyerangan dan penganiayaan ini terjadi ketika rumah Julius dipakai untuk doa Rosario. Doa Rosario ini adalah kegiatan rutin umat Katolik secara bergantian dari rumah ke rumah pada setiap bulan Mei, yang adalah Bulan Maria.

Julius mengatakan, awalnya dirinya tengah berada di kantor mengikuti acara doa bersama antar umat beragama. Di tengah acara ia ditelepon anaknya yang memberitahu bahwa rumahnya yang tengah dijadikan tempat ibadah diserang oleh sekelompok orang.

“Anak saya telepon kalau rumah diserang, lalu saya bersama 3 teman langsung meluncur ke rumah,” ujar  Julius.

Sesampainya dirumah, Julius mendapati kondisi rumah seperti jendela sudah dalam keadaan rusak. Sementara suasana sudah sepi dari penyerang. Dia juga melihat beberapa motor milik umat yang terparkir di halaman dalam keadaan jatuh.

Selang 10 menit kemudian, belasan orang yang mengenakan jubah kembali datang. Mereka datang mengendarai sepeda motor. Mereka lalu menganiaya Julius dengan memukuli dan menginjak-injak.  Kepalanya mengalami sobek akibat ditimpa dengan pot.

“Mereka juga menimpa kepala saya dengan pot dan memukul bahu saya dengan besi,” jelas Julius.

Julius menuturkan, penyerangan ke rumahnya terjadi sebanyak 2 kali. Penyerangan pertama terjadi pukul 20.30 WIB dan penyerangan kedua terjadi pukul 21.20 WIB. Julius mengaku tidak hanya dirinya yang dipukul, tapi juga umat yang saat itu melakukan doa Rosario yang juga mengalami penganiayaan.

Bahkan salah satu wartawan Kompas TV, Michael Aryawan, yang datang untuk meliput dipukul di kepala dan wajahnya. Pelaku yang berjumlah 4 orang itu langsung merampas handycam.

Menurut Julius, ada dua orang yang dikenalnya yang melakukan penyerangan. Mereka tinggal tidak jauh dari desa tersebut. Saat ini kasus penganiayaan ini tengah ditangani kepolisian.

Hingga kini, polisi sudah menetapkan satu orang tersangka.

 

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini