Para pemateri dalam seminar nasional yang diselenggarakan PMKRI Ruteng di aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Rabu (14/5/14). (Foto : Floresa/ Ardy Abba)
Para pemateri dalam seminar nasional yang diselenggarakan PMKRI Ruteng di aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Rabu (14/5/14). (Foto : Floresa/ Ardy Abba)
Para pemateri dalam seminar nasional yang diselenggarakan PMKRI Ruteng di aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Rabu (14/5/14). (Foto : Floresa/ Ardy Abba)

Ruteng, Floresa.co – Pastor Yulius Rustam Effendi, Dosen STKIP St Paulus dan STIPAS Ruteng menyampaikan kritik pedas terhadap pemerintah yang ia anggap hanya memperhatikan kualitas pendidikan dari segi hasil akhir, yaitu prosentase kelulusan.

Rustam menegaskan, paradigma pendidikan demikian, membuat kualitas hasil pendidikan tidak maksimal.

“Kita sudah lupa membentuk mental, sikap dan moral siswa”, katanya dalam seminar nasional yang diadakan PMKRI Cabang Ruteng di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, hari ini, Rabu (14/5/2014).

Pernyataan Rustam disampaikan setelah Wakil Bupati Manggarai Kamelus Deno mempresentasekan materi di mana ia menyatakan kebanggannya dengan tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) sekolah-sekolah di Manggarai yang tiap tahun mengalami peningkatan 10 persen.

Di hadapan perserta seminar, ia mengatakan, prosentasi ini merupakan suatu bentuk kebanggaan dan kemajuan di bidang pendidikan.

“Saya bangga ketika kurang lebih 9 tahun Credo (Christian Rotok-Deno Kamelus) memimpin Manggarai ini, prosentasi kelulusan meningkat 10% per tahunnya,” tutur Deno.

Ia juga mengatakan, kenaikan kelulusan 10 persen itu merupakan bagian dari gebrakan pemerintah.

Namun, menurut Pastor Rustam, menilai kualitas pendidikan hanya dari hasil akhir saat UN tidaklah tepat.

“Orang-orang yang walaupun pintar di atas nilai kertas, nurani mereka bisa buta, tidak bermoral, dan tidak memiliki spritualitas keagamaan,’’ tegas Effendi.

Dia menambahkan, hendaknya pendidikan jangan hanya dilihat dari kelulusan saja, tetapi wajib masuk ke ranah komperhensif yaitu mutu pendidikan yang sesungguhnya.

Ia menghimbau agar pemerintah dan gereja bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk menyamakan persepsi tentang konsep mutu pendidikan.

Selain Rustam dan Wabud Deno, pembicara lain dalam seminar ini adalah Herman Hemmi, The Leader of Security for Seven Air Port of USA yang khusus bicara soal pariwisata di NTT.

Sementara moderator, Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Dionisius Reinaldo Triwibowo Sallisai.