Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Floresa.co – Kekerasan kembali terjadi di Bajawa, Ngada, NTT oleh Satpol PP. Berdasarkan informasi yang diterima Floresa dari seorang sumber di Bajawa,Sabtu siang (3/5/2014), pukul 12.00 WITA, seorang anggota Satpol PP berinisial AM membawa parang dan merusak dagangan sekitar 17 pedagang kecil atau mama lele di Pasar Boubou.

Aksi iIni merupakan buntut dari upaya Pemda Ngada untuk merelokasi pasar.

“Oknum Satpol PP tiba-tiba datang mengamuk sambil menenteng sebilah parang di tangan, merusak dagangan dengan menendang dan melempar material dagangan ke dalam mobil”, kata sumber itu.

Pasca kejadian itu, ke-17 mama lele melapor kasus ini ke Mapolres Ngada. Mereka didampingi Frits Doze dari Forum Komunikasi Masyarakat Ngada dan Diaspora (FKMND).

Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda NTT) mengecam keras hal ini.

Hendrik Hali Atagoran, Ketua Bidang Advokasi Formadda NTT menilai, ini merupakan bentuk aksi premanisme yang dipertontonkan oleh pemerintah Ngada di bawah kepemipinan Bupati Marianus Sae.

Selain itu, Formadda NTT juga mendesak DPRD Ngada untuk mengevaluasi kembali relokasi pasar yang merugikan pedagang-pedagang kecil.

Hendrik menambahkan Polres Ngada harus mengusut aksi premanisme Satpol PP dan mendesak Bupati Marianus segera mencopot Kepala Satpol PP Ngada.