Bupati Yoseph Tote dan Wabup Andreas Agas (Ist.)
Bupati Yoseph Tote dan Wabup Andreas Agas (Ist.)
Bupati Yoseph Tote dan Wabup Andreas Agas (Ist.)

Floresa.co – Ketidakhadiran Bupati Manggarai Timur (Matim) Yoseph Tote dan Wakil Bupati Andreas Agas dalam rapat paripurna penyampaian cacatan dan rekomendasi DPRD Kabupaten Matim atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran (TA) 2013 pada Rabu (30/4/2014) lalu, menuai kecaman.

Forum Pemuda Peduli Manggarai Timur (FP2-Maritim) menilai, hal itu menunjukan sikap Tote dan Agas yang tidak menghargai lembaga DPRD.

Rapat tersebut yang dijadwalkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan), dimulai pukul 19.00 WITA, terpaksa dibatalkan karena pada pukul 18.00, diumumkan bahwa Bupati Tote dan Wabub Agas tidak bisa hadir.

“Jangan-jangan ada yang kurang beres ini!,” kata Feliks Dedi Yorin, Sekretaris FP2-Maritim kepada Floresa di Ruteng, Sabtu (3/5/14).

Feliks menegaskan, rapat itu sangatlah penting untuk mengungkap ke ruang publik cacatan dan rekomendasi DPRD Manggarai Timur atas LKPJ bupati.

“Kalau Bupati hadir, semua cacatan LKPJ Bupati tahun 2013 lalu dapat disampaikan di depan dewan yang terhormat. Masyarakat Matim pun tahu apa saja yang melatarbelakangi LKPJ itu dan apa ada kejanggalan di sana-sini,” tegas Feliks.

Sementara itu, sebelumnya, Wili Nurdin, Wakil ketua DPRD Matim mengaku kesal atas sikap pemerintah, yang menurutnya sebagai preseden buruk dan potret pemerintah yang tidak bertanggung jawab.

“Rapat…dibatal sepihak oleh pemerintah,” katanya kepada para wartawan. “Lembaga dewan saja mereka tidak hiraukan,” lanjutnya.

Dia memintah supaya pemerintah mengevaluasi diri karena membatalkan rapat istimewa merupakan hal yang sangat memalukan.

Menurut Willy, informasi yang disampaikan pemerintah, Tote telah memberikan mandat kepada wakil Agas, namun Agas lebih memilih mengikuti Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Maumere.

“Kalau benar infomasi yang disampaikan bahwa rapat paripurana dihadiri wakil bupati, tentu wakil bupati lalai dalam menjalankan mandat dan tugas yang dipercayakan oleh bupati kepada dirinya padahal keduanya satu kesatuan.”, kata Willy.

Dalam kesempatan yang sama, Willy juga memintah BPK untuk segera melakukan pemerikaan pekerjaan proyek tahun 2013 yang sudah rampung.

“Saya minta supaya BPK melakukan audit secara total tahun 2013 karena laporan administrasi mencapai 100 persen,” katanya.

Sementara itu, Benny Nahas, Sektaris Dewan mengatakan, Bupati Tote batal ikut rapat paripurna karena kondisi badan kurang fit alias sakit, sementara Wabub Agas masih di Maumere.

Agenda rapat ini tidak bisa diwakili oleh Sekertaris Daerah dan harus dihadiri oleh Bupati maupun wakil bupati.