Wanita di balik mukjizat mendiang Paus Yohanes Paulus II berbagi cerita

0
442
Floribeth Mora Diaz dari Costa Rica berbicara pada sebuah konferensi pers di Vatikan

Floribeth Mora Diaz dari Costa Rica berbicara pada sebuah konferensi pers di Vatikan
Floribeth Mora Diaz dari Costa Rica berbicara pada sebuah konferensi pers di Vatikan

Floresa.co – Floribeth Mora Diaz berusaha menahan air mata pada Kamis kemarin saat ia menyatakan bahwa tiga tahun lalu mendiang Paus Yohanes Paulus II telah menyelamatkan dia dari penyakit aneurisma otak yang tidak bisa dioperasi.

Mora akan menghadiri upacara bersejarah hari Minggu di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, ketika Paus Fransiskus memberikan kanonisasi kepada mendiang Paus Yohanes Paulus II dan mendiang Paus Yohanes XXIII, Paus asal Italia yang dikenal sebagai “Good Pope John.”

Ibu Kosta Rika dari empat anak itu berada di depan media dunia untuk menjelaskan bagaimana ia mengalami kesembuhan dengan menjelaskan itu adalah mukjizat yang telah menyebabkan paus terkenal asal Polandia itu mendapat gelar orang kudus (santo).

Dua mukjizat telah dikaitkan dengan perantaraan Yohanes Paulus II dengan campur tangan Tuhan, membuka jalan bagi dia menuju santo.

Tahun 2011, Mora menderita sakit kepala terus-menerus dan diberitahu oleh dokter bahwa hari-harinya hanya menunggu waktu. Mereka mengatakan aneurisma  “otak” yang diderita dia dan satu-satunya pilihannya adalah berobat ke Meksiko atau Kuba, tetapi keluarganya tidak mampu.

“Para dokter mengatakan kepada saya tidak ada gunanya untuk melanjutkan pengobatan karena mereka telah melakukan segala sesuatu dan tidak ada banyak lagi yang bisa kami lakukan,” kata Mora dalam konferensi media tersebut.

Ia mengenang, “Para dokter mengatakan bahwa aku hanya punya satu bulan untuk hidup dan tidak ada harapan lagi.”

Hanya terbaring di atas tempat tidur, ia memegang sebuah majalah dengan foto sampul Paus Yohanes Paulus II di rumahnya di Tres Rios de Cartago, 12 kilometer dari ibukota San Jose. Suaminya, Edwin, mendorongnya untuk terus berdoa.

“Kekhawatiran terbesar saya bukan kematian,  tetapi keprihatinan tentang apa yang akan terjadi pada anak-anak saya,” tambahnya. (UCA News)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini