Keuskupan Ruteng Ingkar Janji Bangun Gereja Bersejarah di Jengkalang

0
1603
Jengkalang Reo
Uskup Ruteng saat menghadiri Misa di Jengkalang pada tahun 2012. (hidupkatolik.com)

 

FLORESA.com – Umat Stasi Stasi Jengkalang, Desa Robek, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT masih menagih janji Keuskupan Ruteng untuk membangun Gereja mereka, yang memiliki nilai sejarah. Berhubung di tempat inilah, untuk pertama kali lima umat katolik dibabtis di Manggarai.

Kelimanya antara lain Henricus Andara, Agnes Aminah, Helena Luku, Sisilia Welu dan Katarina Arbero. Mereka dibaptis oleh Pater Henricus Looijmaas SJ pada 17 Mei 1912.

Sebagaimana dilansir theindonesianway.com, pada 2012 lalu, pihak Keuskupan Ruteng sudah berjanji akan membangun gereja stasi itu. Bahkan, pada 17 Mei 2012, sebelum merayakan Yubelium 100 tahun Gereja Katolik di Manggarai, Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng, mengadakan Misa di Jengkalang. Saat itu juga, ia melakukan peletakan batu pertama pembangunan gereja tersebut.

Saat acara itu, Romo Kevikepan Geradus Janur, Pr mengatakan, pada tahun 2014 ini, pembangunan gereja tersebut harus rampung. Anggaran pembangunan mencapai Rp 800 juta.

Kala itu, ia juga menjelaskan, pengerjaan akan dilakukan sejak dilakukan peletakan batu pertama.

Tempat yang akan dibangun gereja menggunakan tanah yang diberikan keluarga Karolus Andara. Tetapi, karena tanah itu terlalu kecil untuk ditata sebagai tempat ziarah dan pariwisata, kata Romo Geradus, nanti tetap diupayakan perluasan tanah sehingga memadai untuk sebuah tempat sejarah yang bisa dikunjungi banyak orang.

Namun, dua tahun berlalu janji manis itu masih masih tinggal sebagai janji kosong. Di lapangan, tidak ada realisasi.

“Kami sangat mengharapkan, agar keuskupan Ruteng tepati janjinnya,” kata Vinsensius Yanto Pan, salah seorang umat stasi Jengkalang di Ruteng, Jumat (25/4/14).

Dionisius Reinaldo Triwibowo Sally Say, Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng mendesak Keuskupan Ruteng menanggapi permintaan umat, apalagi janji pembangunan gereja ini disampaikan pada Yubelium 100 tahun Gereja Katolik di Manggarai itu.

Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Ruteng, Dominikus Waso mengatakan, pihaknya belum berani berkomentar seputaran keterlambatan pembangunan gereja Jengkalang. Sebab dirinya baru diangkat menjadi ketua Kerawam.

Sementara, saat hendak mengkonfirmasi hal ini ke Mgr Hubertus Leteng, ia mengatakan melalui pegawainya untuk bertemu Vikep Ruteng Romo Alfons Segar Pr.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Romo Alfons belum berhasil dikonfirmasi.

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini